Keputusan Jokowi Soal Kapolri Pertimbangkan 3 Aspek
Kamis, 19 Februari 2015 - 20:22 WIB
Keputusan Jokowi Soal Kapolri Pertimbangkan 3 Aspek
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk mengajukan kembali nama baru calon Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti, menggantikan calon Kapolri terpilih Komjen Pol Budi Gunawan (BG).
Menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi muktamar Surabaya, Romahurmuziy (Romi), keputusan Jokowi adalah jalan tengah untuk mengakhiri polemik yang berkembang.
Dia mengatakan, pertimbangan yang diambil oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut telah melihat dari tiga aspek yang ada di sekitarnya.
"Ada pintu politik, pintu hukum dan pintu opini publik. Tiga ini harus direkonsiliasi dan dicari titik temunya," kata Romi di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/2/2015).
Menurut Romi dia tidak tahu persis mana yang lebih diberatkan oleh presiden dalam memutuskan pembatalan dan pengajuan calon Kapolri baru tersebut.
Namun seingatnya, ketika pertemuan di Solo beberapa waktu silam, Jokowi hanya menyebut bahwa dirinya harus mempertimbangkan opini publik yang berkembang.
"Presiden tidak mengatakan spesifik, tapi dia bilang apapun sebagai pelayan masyarakat, presiden harus mempertimbangkan opini publik yang berkembang," tukasnya.
Menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi muktamar Surabaya, Romahurmuziy (Romi), keputusan Jokowi adalah jalan tengah untuk mengakhiri polemik yang berkembang.
Dia mengatakan, pertimbangan yang diambil oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut telah melihat dari tiga aspek yang ada di sekitarnya.
"Ada pintu politik, pintu hukum dan pintu opini publik. Tiga ini harus direkonsiliasi dan dicari titik temunya," kata Romi di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/2/2015).
Menurut Romi dia tidak tahu persis mana yang lebih diberatkan oleh presiden dalam memutuskan pembatalan dan pengajuan calon Kapolri baru tersebut.
Namun seingatnya, ketika pertemuan di Solo beberapa waktu silam, Jokowi hanya menyebut bahwa dirinya harus mempertimbangkan opini publik yang berkembang.
"Presiden tidak mengatakan spesifik, tapi dia bilang apapun sebagai pelayan masyarakat, presiden harus mempertimbangkan opini publik yang berkembang," tukasnya.
(maf)