Kesiagaan Masyarakat Hadapi Bencana Rendah

Kamis, 12 Februari 2015 - 10:33 WIB
Kesiagaan Masyarakat...
Kesiagaan Masyarakat Hadapi Bencana Rendah
A A A
JAKARTA - Kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang datang perlu dibentuk sedini mungkin.

Pemahaman yang tepat akan jenis bencana yang terjadi akan menentukan seberapa besar kemampuan masyarakat untuk menghindari bahaya dari bencana tersebut. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan UNESCO, kesiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana yang datang masih rendah, meskipun pengetahuan masyarakat akan bencana sudah meningkat.

“Namun, belum diikuti dengan sikap untuk menghadapinya,” kata Sutopo saat menjadi pembicara diskusi “Membangun Ketanggapan Bencana di Berbagai Level” yang digelar World Vision Indonesia, di Jakarta kemarin. Untuk membentuk budaya masyarakat yang tangguh, menurut Sutopo memang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Harus dimulai secara bertahap dengan target semua masyarakat nantinya bisa menempatkan bencana bukan sebagai kepanikan, melainkan berupaya semaksimal mungkin untuk menghindarinya. “Prosesnya memang panjang bisa lintas generasi,” ucapnya. Dengan letak geografis yang berada di wilayah rawan bencana, masyarakat Indonesia memang dituntut untuk selalu sigap menghadapi situasi bencana.

Terlebih menurut Sutopo bencana di Tanah Air cukup beragam. Sutopo menambahkan, ke depan pemerintah harus memosisikan upaya penanggulangan risiko bencana kedalam investasi pembangunan, meski pemberian bantuan bencana kepada masyarakat secara berlebihan jugadapatmembuatmasyarakat menjadi rendah kemampuannya menghadapi bencana.

“Semakin banyak pemerintah memberikan bantuan maka kemampuan masyarakat semakin rendah. Masyarakat cenderung menunggu bantuan pemerintah sehingga mereka menjadi pasif dan tidak tangguh,” tambahnya. Director of Humanitarian Emergency Affairs WVI Billy Sumuan menegaskan, fokus pihaknya dalam setiap bencana adalah mengevakuasi anakanak dari bahaya.

Menurutnya, anak selalu menempati posisi yang rentan menjadi korban di setiap bencana yang terjadi di seluruh dunia. “Unicef mencatat dari seluruh korban bencana yang ada di dunia, 50-60% adalah anak,” kata Billy. WVI sendiri, menurut Billy, mencoba untuk menerapkan UU penanganan bencana yang lebih memprioritaskan pada proses pencegahan, mitigasi untuk mengurangi risiko jatuhnya korban.

Dengan cara itu, apabila terjadi bencana maka diharapkan masyarakat siap untuk menghadapinya. “Kita juga melakukan program-program mengurangi dampak bencana di 55 daerah, salah satunya program risiko bencana berbasis sekolah untuk menumbuhkan sensitivitas bencana di lapangan,” ucapnya.

Dian ramdhani
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved