Yordania Luncurkan 56 Bom ke Basis ISIS
Selasa, 10 Februari 2015 - 10:27 WIB
Yordania Luncurkan 56 Bom ke Basis ISIS
A
A
A
AMMAN - Yordania telah melancarkan serangan udara sebanyak 56 kali selama tiga hari terakhir ke lokasi logistik dan persembunyian gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Itu kemajuan terbesar atas upaya balas dendam menyusul eksekusi mati pilot militer Yordania, Moath al-Kassasbeh. “Kami mendapatkan apa yang menjadi tujuan kami,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Yordania Jenderal Mansour al- Jabour, dikutip BBC . Yordania mengatakan, serangan yang dilakukan telah mengurangi kekuatan ISIS sekitar 20%. Negara itu memfokuskan serangan ke wilayah Raqqa di Suriah yang dikuasai ISIS. “Kita ingin melenyapkan mereka (ISIS) dari muka bumi,” kata Jabour.
Yordania telah melakukan serangan udara intensif setelah video yang menunjukkan pilot Yordania Moath al-Kassasbeh dibakar hidup-hidup oleh ISIS. al-Kassasbeh ditangkap gerilyawan ISIS setelah pesawat tempurnya jatuh ketika melancarkan serangan udara bersama koalisi yang dipimpin AS. Serangan udara Yordania berhasil menghancurkan puluhan target, termasuk barak gerilyawan, pusat pelatihan, gudang senjata dan bahan bakar, serta pusat pemukiman gerilyawan.
Lebih dari 7.000 gerilyawan ISIS, menurut Jabour, berhasil dibunuh sejak Yordania ikut berpartisipasi dalam serangan udara itu. Kendati demikian, gerilyawan ISIS menyatakan satu dari serangan yang dilakukan Yordania telah membunuh sandera asal AS Kayla Mueller. Namun, klaim tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, John Allen, koordinator koalisi negara-negara Barat dan Arab dalam perang melawan ISIS, mengungkapkan, pasukan Irak juga mulai melancarkan serangan darat besar-besaran melawan gerilyawan ISIS. “Ketika pasukan Irak mulai melancarkan serangan untuk menguasai kembali Irak, pasukan koalisi akan menyediakan serangan udara,” kata Allen, dikutip Guardian .
Serangan udara yang dilancarkan AS dan aliansinya bertujuan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai gerilyawan. Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengungkapkan, 2.000 serangan udara telah menggempur basis pertahanan ISIS sejak koalisi yang dibentuk pada Agustus silam.
“Serangan udara itu mampu mengambil alih satu perlima wilayah yang diduduki ISIS,” kata Kerry pada Konferensi Pertahanan di Munich, Jerman, beberapa hari lalu. Faktanya, ISIS masih memiliki kekuatan gerilyawan dan sokongan dana yang cukup kuat.
Seorang diplomat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan, ISIS berhasil merebut 200 fasilitas gas dan minyak. Dana penjualan minyak melalui pasar gelap itu digunakan untuk membiayai personelnya.
Andika hendra m
Itu kemajuan terbesar atas upaya balas dendam menyusul eksekusi mati pilot militer Yordania, Moath al-Kassasbeh. “Kami mendapatkan apa yang menjadi tujuan kami,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Yordania Jenderal Mansour al- Jabour, dikutip BBC . Yordania mengatakan, serangan yang dilakukan telah mengurangi kekuatan ISIS sekitar 20%. Negara itu memfokuskan serangan ke wilayah Raqqa di Suriah yang dikuasai ISIS. “Kita ingin melenyapkan mereka (ISIS) dari muka bumi,” kata Jabour.
Yordania telah melakukan serangan udara intensif setelah video yang menunjukkan pilot Yordania Moath al-Kassasbeh dibakar hidup-hidup oleh ISIS. al-Kassasbeh ditangkap gerilyawan ISIS setelah pesawat tempurnya jatuh ketika melancarkan serangan udara bersama koalisi yang dipimpin AS. Serangan udara Yordania berhasil menghancurkan puluhan target, termasuk barak gerilyawan, pusat pelatihan, gudang senjata dan bahan bakar, serta pusat pemukiman gerilyawan.
Lebih dari 7.000 gerilyawan ISIS, menurut Jabour, berhasil dibunuh sejak Yordania ikut berpartisipasi dalam serangan udara itu. Kendati demikian, gerilyawan ISIS menyatakan satu dari serangan yang dilakukan Yordania telah membunuh sandera asal AS Kayla Mueller. Namun, klaim tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, John Allen, koordinator koalisi negara-negara Barat dan Arab dalam perang melawan ISIS, mengungkapkan, pasukan Irak juga mulai melancarkan serangan darat besar-besaran melawan gerilyawan ISIS. “Ketika pasukan Irak mulai melancarkan serangan untuk menguasai kembali Irak, pasukan koalisi akan menyediakan serangan udara,” kata Allen, dikutip Guardian .
Serangan udara yang dilancarkan AS dan aliansinya bertujuan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai gerilyawan. Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengungkapkan, 2.000 serangan udara telah menggempur basis pertahanan ISIS sejak koalisi yang dibentuk pada Agustus silam.
“Serangan udara itu mampu mengambil alih satu perlima wilayah yang diduduki ISIS,” kata Kerry pada Konferensi Pertahanan di Munich, Jerman, beberapa hari lalu. Faktanya, ISIS masih memiliki kekuatan gerilyawan dan sokongan dana yang cukup kuat.
Seorang diplomat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan, ISIS berhasil merebut 200 fasilitas gas dan minyak. Dana penjualan minyak melalui pasar gelap itu digunakan untuk membiayai personelnya.
Andika hendra m
(ars)