Mendes Ajak Calon TKI Transmigrasi

Jum'at, 06 Februari 2015 - 13:22 WIB
Mendes Ajak Calon TKI...
Mendes Ajak Calon TKI Transmigrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes- PDTT) Marwan Jafar menawarkan calon TKI untuk ikut program transmigrasi saja.

Tawaran itu menyusul banyaknya pelecehan yang sering dialami para pekerja migran ini. Marwan mengatakan, ketimbang menjadi pekerja di negeri orang, lebih baik calon TKI pindah ke daerah transmigrasi sebagai mata pencaharian barunya. Dia menjelaskan, selain harus pisah lama dari keluarga, TKI juga harus menanggung risiko menerima perlakuan yang kurang manusiawi atau risiko terjerat masalah hukum.

“Ayo jadi transmigran saja. Lebih menjanjikan masa depannya daripada bekerja di luar negeri,” ungkapnya di Kantor Kemendes- PDTT kemarin. Marwan berpromosi, transmigrasi adalah solusi konkret masalah bangsa yang cukup pelik, yakni transmigrasi sebagai solusi atasi masalah ketenagakerjaan. Menurut dia, program transmigrasi adalah langkah tepat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Hal itu dapat dibuktikan dari fakta-fakta keberhasilan program transmigrasi selama ini yang telah mampu memberikan lapangan kerja dan kesejahteraan bagi sekitar 2,2 juta keluarga atau sekitar 8,8 juta transmigran. Program transmigrasi juga berhasil membentuk 1.168 desa, 385 kecamatan, dan 104 kabupaten atau kota baru. Bahkan, dua ibu kota provinsi di Indonesia berasal dari unit permukiman transmigrasi, yaitu Mamuju ibu kota Provinsi Sulawesi Barat dan Tanjung Salor atau Bulungan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara.

Marwan menjelaskan, masyarakat yang berminat menjadi transmigran selain langsung dapat perumahan, juga akan diberi biaya hidup selama satu tahun. Menurut pengamat ketenagakerjaan Payaman Simanjuntak, pemerintah tidak boleh melarang siapa pun untuk bekerja ke luar negeri. Namun jika pemerintah ingin membuka lapangan pekerjaan di dalam negeri sehingga calon TKI itu mengurungkan niat bekerja di luar negeri, harus ada sektor usaha yang produktif dan padat karya di semua tempat.

Payaman menjelaskan, prospek ketenagakerjaan itu sangat tergantung pada kestabilan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Presiden sendiri dianggap tidak memperhatikan pertumbuhan ekonomi, melainkan sibuk dengan urusan politik.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved