Sarana Pemilu untuk Penyandang Disabilitas Minim

Kamis, 29 Januari 2015 - 13:40 WIB
Sarana Pemilu untuk...
Sarana Pemilu untuk Penyandang Disabilitas Minim
A A A
JAKARTA - Keengganan penyandang disabilitas mengikuti proses pemilu salah satunya dikarenakan minimnya sarana dan prasarana penunjang yang disediakan pemerintah.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu dituntut lebih bisa memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas, agar di masa yang akan datang jumlah pemilih dari kaum ini bisa lebih meningkat. Menurut Disability Right Advisor pada Jaringan Pemilu Akses bagi Penyandang Disabilitas (Agenda), Risnawati Utami, partisipasi politik para penyandang disabilitas dalam pemilu masih sangat rendah.

Padahal, keikutsertaan mereka akan memberikan pengaruh yang cukup kuat dalam konteks pembangunan bangsa. “Dari riset yang kami lakukan, jumlah pemilih (kaum disabilitas) yang mencoblos masih sangat rendah,” kata Risnawati saat menjadi pembicara dialog regional Agenda “Menjamin Hak Politik Penyandang Disabilitas” di Jakarta kemarin.

Menurut Risna, sejumlah organisasi yang memiliki perhatian terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam pemilu pun telah melakukan sejumlah upaya untuk memperjuangkannya. Namun, hasilnya hingga kini belum berhasil.

“Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) bersama Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) sebetulnya telah melakukan upaya advokasi tentang hal ini, namun bisa leading kalau KPU-nya kooperatif,” tambah Risna.

Ketua KPU Husni Kamil Manik tidak menyangkal jika masih ada penyandang disabilitas yang belum terpenuhi hak-haknya dalam pemilu. Dia menyarankan agar keluarga dari para penyandang disabilitas dapat lebih aktif mendatakan anggota keluarganya tersebut agar terdaftar sebagai pemilih.

“Memang masih ada masyarakat kita yang enggan menyampaikan keterangan dari anggota keluarganya apakah menyandang disabilitas atau tidak,” katanya. Husni pun memastikan KPU telah membuat pedoman teknis yang melibatkan elemen penyandang disabilitas di dalamnya.

Dian ramdhani
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Geledah Rumah di Sentul...
Geledah Rumah di Sentul Terkait 3 Kasus Korupsi, Polisi Sita Emas dan Uang Hampir Setengah Triliun
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved