Facebook dan Instagram Lumpuh

Rabu, 28 Januari 2015 - 11:36 WIB
Facebook dan Instagram...
Facebook dan Instagram Lumpuh
A A A
FRANKFURT - Akses terhadap jaringan media sosial terbesar di dunia Facebook dan situs berbagi foto Instagram kemarin terhenti selama satu jam.

Kedua perusahaan meyakinkan bahwa hal itu disebabkan gangguan teknis, bukan karena serangan dari pihak luar. Facebook dikabarkan mengalami kerugian sedikitnya Rp14 miliar ketika tidak beroperasi dalam waktu satu jam. Lumpuhnya Facebook dialami oleh seluruh penggunanya di seluruh belahan dunia yang terjadi pada pukul 06:00 GMT atau pukul 13.00 WIB.

Situs Facebook tidak dapat dioperasikan sekitar 40 menit sebelum akhirnya kembali normal. Awalnya layanan Facebook melambat hingga lumpuh secara keseluruhan. Facebook tak dapat diakses melalui ponsel atau komputer. Berbagai aplikasi internet juga tak mampu terkoneksi dengan Facebook.

”Ini (kelumpuhan) bukan hasil serangan pihak ketiga, tetapi terjadi setelah kita mengenalkan perubahan yang berdampak pada sistem konfigurasi,” demikian keterangan Facebook seperti dikutip Reuters . ”Layanan kita kembali 100% (normal) untuk semua orang,” lanjutnya. Selama lumpuh operasi, Facebook memberikan pesan, ”Maaf, telah terjadi kesalahan. Kita akan memperbaikinya secepat kita bisa.

” Adapun menurut laporan BBC, juru bicara Facebook mengungkapkan para teknisinya yang menyebabkan permasalahan itu. Sementara itu menurut pengembang Facebook Andrew Pope, layanan Facebook padam pada pukul 13.10 sampai 14.10 WIB. ”Teknisi kami mengidentifikasi penyebab pemadaman dan memulihkan situs dengan cepat. Sekarang Anda akan melihat penurunan tingkat error saat sistem kami stabil,” ungkap Pope, Production Engineering Manager, seperti dikutip Telegraph .

Sejumlah pengguna Facebook di Amerika Serikat dan sebagian besar di Asia dan Eropa mengaku tak mampu masuk ke situs Facebook dan Instagram. Selain itu mereka tidak mampu mengakses Facebook Messenger. Sementara itu, kelompok peretas (hacker ) mengaku bertanggung jawab atas kelumpuhan beberapa situs media sosial, termasuk Facebook dan Instagram.

Kelompok itu adalah Lizard Squad yang mengklaim telah melakukan peretasan, termasuk serangan terhadap Sony PlayStation Network dan Xbox Live milik Microsoft pada beberapa bulan lalu. Kelumpuhan itu merupakan insiden pertama yang dialami Facebook pada 2015. Pada 2010 lalu, Facebook sempat tumbang selama 2,5 jam lalu pada Oktober 2013.

Hal itu sangat wajar karena Facebook diakses 1,35 juta orang melalui situs internet dan 1,12 pengguna ponsel setiap bulannya pada September lalu. Berapa kerugian Facebook ketika tumbang kemarin? Tech- Crunch menghitung kerugian Facebook selama 50 menit sebanyak USD1.122.650 atau Rp14 miliar.

Andika hendra m
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved