Kubu Zulkifli Hasan Usulkan Komite Etik

Kamis, 22 Januari 2015 - 10:56 WIB
Kubu Zulkifli Hasan...
Kubu Zulkifli Hasan Usulkan Komite Etik
A A A
JAKARTA - Dua calon ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), yakni Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan, bersaing ketat merebut dukungan pemilik suara menjelang kongres. Persaingan ketat tersebut dinilai berpotensi membuka peluang terjadinya politik uang di kongres.

Wakil Sekjen DPP PAN yang juga anggota tim sukses Zulkifli Hasan, Teguh Juwarno, mengatakan pihaknya segera mengusulkan kepada steering committee (SC) kongres untuk membentuk Komite Etik. “Salah satu tugas Komite Etik tersebut untuk mengawasi proses di kongres agar tidak dinodai praktik politik uang,” ujarnya kemarin.

Menurut Teguh, hal tersebut sangat dibutuhkan guna mewujudkan kongres yang bersih dan akuntabel. Ketua umum yang dihasilkan nanti pun akan memiliki komitmen berpolitik bersih sejak awal. Wakil Sekjen PAN yang juga anggota tim sukses Hatta Rajasa, Sulistyowati, mengatakan politik uang pasti akan dihindari dua kandidat ketua umum yang bersaing.

“Pak Hatta dan Pak Zul merupakan dua kader terbaik PAN. Kami yakin mereka akan menghindari itu (politik uang). Mereka sudah menegaskan itu,” ujarnya. Di tengah ketatnya persaingan merebut dukungan DPW dan DPD, kedua kubu tetap sepakat untuk tetap menjaga persaingan berjalan sehat di kongres Bali pada 28 Februari-2 Maret 2015.

“Suasana kompetisi di PAN penuh persahabatan. Jadi sebenarnya tidak ada perebutan dukungan pemilik suara,” ujar Ketua DPP PAN yang juga anggota tim sukses Zulkifli Hasan, Viva Yoga Mauladi, kemarin. Yoga menjelaskan, antara Hatta dan Zulkifli tidak mengenal persaingan zero sum game atau kompetisi keras yang saling meniadakan sehingga pihak yang kalah nantinya akan gigit jari.

“Pak Hatta dan Pak Zul sudah seperti kakak beradik. Ketua DPW dan DPD sudah mengetahui figur dan pribadi masing-masingkandidat. Tinggalkembalike hati nurani untuk memilih,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR itu. Ketua DPP PAN yang juga anggota tim sukses Hatta Rajasa, Didi Supriyanto, mengatakan rivalitas di kongres tidak akan mengarah pada perpecahan internal.

Kiswondari
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved