KMP-KIH Bersatu dalam Isu Calon Kapolri
Jum'at, 16 Januari 2015 - 09:26 WIB
KMP-KIH Bersatu dalam Isu Calon Kapolri
A
A
A
JAKARTA - Terjadi dinamika menarik di DPR saat dua kubu yang selama ini berseberangan, yakni Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), memiliki pandangan yang sama terhadap isu calon kapolri.
Pada sidang paripurna DPR kemarin, baik KIH maupun KMP kompak mendukung pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan untuk dilantik menjadi kapolri yang baru. Kondisi ini jauh berbeda dengan situasi DPR pada awal pelantikan di mana kedua kubu koalisi selalu punya pandangan berbeda terhadap bermacam isu.
Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Bandung Idil Akbar mengatakan, fenomena tersebut bukan pertanda rivalitas KMP dan KIH akan berakhir. Menurutnya, pada isu lain peluang KMP dan KIH untuk berbeda tetap kuat. Dia melihat belum ada peristiwa politik yang besar yang bisa mengubah konstelasi di DPR.
”Tergantung kepentingannya apa. Saya menduga ini hanya sesaat, ke depan dua kubu masih akan lebih banyak berbeda, meskipun pada saat tertentu bisa jadi kembali bersamasama,” ujarnya kemarin. Menurutnya, kekompakan dua kubu pada pencalonan kapolri ini karena KMP dan KIH punya kepentingan yang sama.
”Soal apa kepentingannya, tentu hanya mereka yang tahu,” ujarnya. Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Desmond Mahesa mengatakan bahwa KMP tetap menjadi penyeimbang pemerintah. Kesamaan dukungan dengan KIH dalam hal pencalonan kapolri didasari pada kepentingan yang kebetulan saja sama.
”Menurut saya, parlemen itu macam-macam warna, tinggal bagaimana kepentingannya. Kalau Gerindra saya jamin, apa pun kalau kebijakan itu merugikan rakyat pasti akan berbeda dengan pemerintah,” katanya kemarin. Dia mengatakan sikap KMP dari awal tetap sama, yakni menjadi penyeimbang pemerintah yang kritis. Kebijakan pemerintah yang prorakyat akan dibela, sedangkan yang merugikan rakyat akan ditentang. ”Kita lihat saja, selama tidak prorakyat, kita akan kritik terus,” ucapnya.
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menyambut baik kesamaan pandangan KIH dan KMP dalam isu calon kapolri. Dia yakin itu bisa menjadi titik awal kekompakan DPR dalam mengawal pemerintahan. ”Kami harap parlemen memang akan tenteram terus ke depannya,” ujarnya.
Mula akmal/ Bakti munir
Pada sidang paripurna DPR kemarin, baik KIH maupun KMP kompak mendukung pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan untuk dilantik menjadi kapolri yang baru. Kondisi ini jauh berbeda dengan situasi DPR pada awal pelantikan di mana kedua kubu koalisi selalu punya pandangan berbeda terhadap bermacam isu.
Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Bandung Idil Akbar mengatakan, fenomena tersebut bukan pertanda rivalitas KMP dan KIH akan berakhir. Menurutnya, pada isu lain peluang KMP dan KIH untuk berbeda tetap kuat. Dia melihat belum ada peristiwa politik yang besar yang bisa mengubah konstelasi di DPR.
”Tergantung kepentingannya apa. Saya menduga ini hanya sesaat, ke depan dua kubu masih akan lebih banyak berbeda, meskipun pada saat tertentu bisa jadi kembali bersamasama,” ujarnya kemarin. Menurutnya, kekompakan dua kubu pada pencalonan kapolri ini karena KMP dan KIH punya kepentingan yang sama.
”Soal apa kepentingannya, tentu hanya mereka yang tahu,” ujarnya. Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Desmond Mahesa mengatakan bahwa KMP tetap menjadi penyeimbang pemerintah. Kesamaan dukungan dengan KIH dalam hal pencalonan kapolri didasari pada kepentingan yang kebetulan saja sama.
”Menurut saya, parlemen itu macam-macam warna, tinggal bagaimana kepentingannya. Kalau Gerindra saya jamin, apa pun kalau kebijakan itu merugikan rakyat pasti akan berbeda dengan pemerintah,” katanya kemarin. Dia mengatakan sikap KMP dari awal tetap sama, yakni menjadi penyeimbang pemerintah yang kritis. Kebijakan pemerintah yang prorakyat akan dibela, sedangkan yang merugikan rakyat akan ditentang. ”Kita lihat saja, selama tidak prorakyat, kita akan kritik terus,” ucapnya.
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menyambut baik kesamaan pandangan KIH dan KMP dalam isu calon kapolri. Dia yakin itu bisa menjadi titik awal kekompakan DPR dalam mengawal pemerintahan. ”Kami harap parlemen memang akan tenteram terus ke depannya,” ujarnya.
Mula akmal/ Bakti munir
(ars)