DPR: Lobi Persetujuan Budi Gunawan Tidak Adem Ayem
Kamis, 15 Januari 2015 - 16:56 WIB
DPR: Lobi Persetujuan Budi Gunawan Tidak Adem Ayem
A
A
A
JAKARTA - DPR menyetujui Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan menjadi Kapolri melalui rapat paripurna, Rabu (15/1/2015) siang tadi.
Keputusan tersebut melalui proses lobi, antara pemimpin rapat paripurna dan fraksi-fraksi DPR.
Pemimpin rapat paripurna Taufik Kurniawan mengatakan lobi itu merupakan inisiatif pemimpin untuk mendapatkan keputusan yang terbaik mengenai persoalan ini.
Menurut dia, persetujuan Komjen Budi Gunawan bukan tanpa ada perbedaan pendapat di antara fraksi.
"Dinamika tidak adem ayem, cukup keras juga," kata Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2015).
Salah satunya ialah keinginan Fraksi Partai Demokrat agar ada penundaan pemilihan Kapolri baru setelah sebelumnya KPK menetapkan Budi sebagai tersangka.
"Sempat juga muncul usulan voting (dalam lobi), tapi kan tidak ya. Ini keputusan strategis," kata Wakil Ketua DPR itu.
Keputusan hasil lobi untuk kemudian meminta persetujuan forum paripurna melewati perbincangan panjang."Prinsipnya supaya beraspek kehati-hatian," katanya.
Keputusan tersebut melalui proses lobi, antara pemimpin rapat paripurna dan fraksi-fraksi DPR.
Pemimpin rapat paripurna Taufik Kurniawan mengatakan lobi itu merupakan inisiatif pemimpin untuk mendapatkan keputusan yang terbaik mengenai persoalan ini.
Menurut dia, persetujuan Komjen Budi Gunawan bukan tanpa ada perbedaan pendapat di antara fraksi.
"Dinamika tidak adem ayem, cukup keras juga," kata Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2015).
Salah satunya ialah keinginan Fraksi Partai Demokrat agar ada penundaan pemilihan Kapolri baru setelah sebelumnya KPK menetapkan Budi sebagai tersangka.
"Sempat juga muncul usulan voting (dalam lobi), tapi kan tidak ya. Ini keputusan strategis," kata Wakil Ketua DPR itu.
Keputusan hasil lobi untuk kemudian meminta persetujuan forum paripurna melewati perbincangan panjang."Prinsipnya supaya beraspek kehati-hatian," katanya.
(dam)