Golkar Kubu Ical Merasa Didiskreditkan
Sabtu, 10 Januari 2015 - 13:55 WIB
Golkar Kubu Ical Merasa Didiskreditkan
A
A
A
JAKARTA - Kendati sudah melakukan perundingan, dua kubu di tubuh Partai Golkar belum juga melakukan perdamaian atau islah.
Kubu Aburizal Bakrie atau Ical dan kubu Agung Laksono tetap berbeda pendapat mengenai beberapa hal.
Aburizal merupakan ketua umum Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Bali, sedangkan Agung dipilih menjadi ketua umum melalui Munas Ancol, Jakarta.
Salah satunya mengenai posisi partai berlambang pohon beringin itu di dalam Koalisi Merah Putih (KMP).
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar versi kubu Ical, Bambang Soesatyo menilai kubu Agung Laksono telah melakukan upaya membentuk opini seolah-olah Golkar tidak mendukung pemerintahan.
"Pemelintiran opini tersebut tampaknya sengaja digulirkan kubu Ancol untuk mendiskreditkan kepengurusan Golkar Munas Bali, " tutur Bambang melalui keterangan tertulis kepada Sindonews, Sabtu (10/1/2015).
Menurut Bambang, kubu Ancol ingin memperoleh dukungan pemerintah agar mengesahkan kepengurusannya.
Padahal, kata Bambang, sejak awal Partai Golkar telah berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah. Sikap itu ditunjukan dengan berada di luar pemerintah yakni tergabung dalam KMP.
"Tidak benar kalau Golkar selama ini tidak mendukung pemerintah," ujar Bambang,
Dia menegaskan Golkar dan partai politik (parpol) anggota KMP telah menyatakan mengakui dan mendukung pasangan Jokowi-JK memimpin pemerintahan.
Hal itu, kata dia, dinyatakan KMP beberapa saat setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan dan mengumuman pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014-2019.
Bahkan, lanjut dia, semua ketua umum parpol anggota KMP bersama Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hadir dalam acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Gedung DPR, beberapa waktu lalu.
Kubu Aburizal Bakrie atau Ical dan kubu Agung Laksono tetap berbeda pendapat mengenai beberapa hal.
Aburizal merupakan ketua umum Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Bali, sedangkan Agung dipilih menjadi ketua umum melalui Munas Ancol, Jakarta.
Salah satunya mengenai posisi partai berlambang pohon beringin itu di dalam Koalisi Merah Putih (KMP).
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar versi kubu Ical, Bambang Soesatyo menilai kubu Agung Laksono telah melakukan upaya membentuk opini seolah-olah Golkar tidak mendukung pemerintahan.
"Pemelintiran opini tersebut tampaknya sengaja digulirkan kubu Ancol untuk mendiskreditkan kepengurusan Golkar Munas Bali, " tutur Bambang melalui keterangan tertulis kepada Sindonews, Sabtu (10/1/2015).
Menurut Bambang, kubu Ancol ingin memperoleh dukungan pemerintah agar mengesahkan kepengurusannya.
Padahal, kata Bambang, sejak awal Partai Golkar telah berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah. Sikap itu ditunjukan dengan berada di luar pemerintah yakni tergabung dalam KMP.
"Tidak benar kalau Golkar selama ini tidak mendukung pemerintah," ujar Bambang,
Dia menegaskan Golkar dan partai politik (parpol) anggota KMP telah menyatakan mengakui dan mendukung pasangan Jokowi-JK memimpin pemerintahan.
Hal itu, kata dia, dinyatakan KMP beberapa saat setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan dan mengumuman pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014-2019.
Bahkan, lanjut dia, semua ketua umum parpol anggota KMP bersama Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hadir dalam acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Gedung DPR, beberapa waktu lalu.
(dam)