Kubu Agung dan Ical Sepakat Jalur Islah

Selasa, 23 Desember 2014 - 19:50 WIB
Kubu Agung dan Ical...
Kubu Agung dan Ical Sepakat Jalur Islah
A A A
JAKARTA - Perundingan antara kedua kubu Partai Golkar telah selesai. Baik kubu Agung maupun Aburizal Bakrie atau Ical sepakat mengambil jalur islah atau berdamai dalam upaya mengakhiri konflik.

Juru runding dari kubu Agung Laksono, Priyo Budi Santoso mengungkapkan poin utama dari pertemuan itu adalah kedua pihak sepakat menempuh jalur islah dari dualisme kepemimpinan saat ini.

"Kubu Bali atau Ancol untuk mengutamakan jalur islah, rekonsiliasi, rujuk dan musyawarah mufakat dan menghindari sejauh mungkin lewat cara-cara itu (ke pengadilan). Sah kami hindari Mahkamah Partai maupun pengadilan," ujar Priyo di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Dia menambahkan, kedua pihak juga sepakat bersama-sama menjaga agar konflik internal Partai Golkar tidak merambat ke daerah dan hanya terjadi di tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP).

"Cukup kita lokalisir di Jakarta, saya ulang di pusat, DPP. Jangan sampai ini. merambat ke perpecahan kembar di provinsi, kecamatan, desa." katanya.

Dari perbincangan itu, kata Priyo, sudah ada beberapa kesepakatan. Salah satunya mengenai pandangan terhadap mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung.

"Tadi mulai ada understanding, ada islah visi, pilkada langsung. Kami bersyukur sudah disetujui Golkar nanti mempertahankan pilkada langsung," tandas mantan Wakil Ketua DPR ini.

Kendati demikian Priyo tidak menampik masih ada perbedaan pandangan yang belum dapat disatukan. Misalnya persoalan penafsiran kepengurusan dan posisi Partai Golkar di pemerintahan.

"Masih bisa kita samakan termasuk masalah misalnya memandang kepengurusan Munas Riau seperti apa. Tadi kami masih ada perbedaan tafsir, tetapi nanti akan kita coba rundingkan, karena masing-masing punya argumen," tuturnya.

Dia juga mengakui adanya pembahasan tentang posisi politik Golkar. "Semangatnya tadi sepakat bahwa itu menjadi mitra pemerintah, tetapi masih ada perbedaan. Tetapi perbedannya semakin dekat, melihat pemerintah bukan sebagai musuh tetapi mitra," lanjut dia.

Atas masih adanya perbedaan itu, mantan Wakil Ketua DPR ini mengatakan kedua belah pihak sepakat kembali melakukan perundingan pada 8 Januari 2015.

"Kita yakin dengan ikhtiar kita mencari jalan keluar, mudah-mudahan ada jalan keluar atas poin tadi yang belum sepakat," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved