Habibie Ingin Pertemukan Tokoh Senior Partai Golkar

Selasa, 16 Desember 2014 - 09:56 WIB
Habibie Ingin Pertemukan...
Habibie Ingin Pertemukan Tokoh Senior Partai Golkar
A A A
JAKARTA - Perseteruan Aburizal Bakrie (ARB) dengan Agung Laksono yang memperebutkan jabatan ketua umum DPP Partai Golkar mengundang keprihatinan mantan Presiden RI BJ Habibie.

Sesepuh Partai Golkar tersebut berencana mengundang para senior partai dan sesepuh Golkar lainnya untuk memikirkan langkah-langkah dalam menemukan solusi terbaik. ”Beliau amat prihatin dengan terjadinya dua organisasi. Beliau tidak memperkirakan sampai sejauh itu,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung seusai menemui BJ Habibie di kediamannya di Jakarta kemarin.

Menurut Akbar, Habibie berkeinginan agar solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah segera bisa ditemukan. ”Satu harapannya yakni mewujudkan rekonsiliasi atau islah,” kata Akbar. Mengomentari rencana putusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) soal kepengurusan Golkar yang sah, Akbar berharap pemerintah betul-betul memosisikan diri secara netral dan melihat secara objektif apa yang terjadi di Golkar.

”Kami menilai baik sekali kalau Menkumham membentuk tim, sehingga melihat persoalannya secara objektif, nyata, dan jernih,” ujarnya. Di lain pihak, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly menyatakan tim khusus yang dibentuk untuk menyelidiki kepengurusan ganda Partai Golkar sudah menyelesaikan tugasnya. Rencananya, hari ini atau paling lambat besok (Rabu, 17/12) pihaknya akan mengumumkan keputusan soal sengketa Partai Golkar.

”Mungkin besok (hari ini) atau Rabu, kan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak berkas susunan kepengurusan diserahkan. Tunggu saja, pasti ada keputusan yang arif dan bijaksana,” ujar Laoly kemarin di kantor Kemenkumham Jakarta. Sementara itu hingga kemarin, upaya islah oleh kedua kubu belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar kubu Agung Laksono, Zainudin Amali, mengatakan sebelum rekonsiliasi ada persoalan prinsip yang harus disamakan. Pertama terkait putusan Munas Bali di mana kubu ARB menghendaki tetap bertahan di Koalisi Merah Putih (KMP), sementara Munas Jakarta memilih hengkang. Kedua terkait pilihan apakah Golkar akan bergabung dengan pemerintah atau menjadi penyeimbang. ”Jadi ini bukan konflik kepengurusan, tapi hal-hal yang prinsip,” ujarnya

Sucipto/Mula akmal/Sindonews
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved