PDIP Akan Tekankan Substansi RUU Kamnas

Kamis, 11 Desember 2014 - 12:08 WIB
PDIP Akan Tekankan Substansi...
PDIP Akan Tekankan Substansi RUU Kamnas
A A A
JAKARTA - Rancangan Undang- Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) kembali akan dimasukkan oleh pemerintah ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015.

Menyadari dua RUU tersebut akan menimbulkan kontroversi seperti sebelumnya, Partai Demo-krasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bertekad akan lebih menekankan substansi RUU tersebut agar isinya tidak sama dengan yang diajukan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Banyak materi (RUU) Kamnas yang pengertian keamanan sebatas menyangkut keamanan negara dan pemerintahan saat itu (SBY),” kata Ketua DPP PDIP TB Hasanuddin kemarin. Menurut mantan wakil ketua Komisi I DPR itu, prinsip RUU Kamnas yang diajukan pemerintahan SBY tidak menyangkut keamanan secara umum seperti keamanan makanan, rakyat, pekerjaan, dan sebagainya.

Menurut batasan dari PBB, keamanan itu bukan sebatas keamanan negara dari serangan luar. “Namun termasuk keamanan paradigma- paradigma yang menyangkut keselamatan rakyat sendiri,” imbuhnya. Sebelumnya Direktur Program Imparsial Al Araf mempertanyakan langkah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) memasukkan RUU Kamnas dan RUU Rahasia Negara dalam Prolegnas 2015.

Menurut dia, dua RUU itu sebelumnya ditolak oleh elemen masyarakat sipil saat pemerintahan SBY. Dia mengatakan, dua RUU itu akan menjadi masalah dalam proses demokrasi di Indonesia yang baru berjalan. Al Araf mengatakan, pada 2005 pemerintahan SBY menyatakan salah satu landasan RUU Kamnas adalah melakukan sinergi antaraktor keamanan.

Menurut dia, landasan itu salah karena apabila ingin membangun sinergi dan koordinasi, seharusnya disusun pada RUU Tugas Perbantuan yang sudah dimandatkan di UU Polri 2002 dan UU TNI 2004. Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menegaskan, pihaknya siap membahas RUU Kamnas dan RUU Rahasia Negara.

“Selama pemerintah mau bekerja keras khususnya dalam meyakinkan beberapa parpol, sebagian ada dalam koalisi pemerintah, Komisi I siap menggarapnya secara bersama-sama,” ucap Tantowi kemarin. Tantowi mengatakan, Komisi I DPR akan meminta masukan dari berbagai elemen masyarakat sipil dalam pembahasan dua RUU tersebut.

Dia menjelaskan, dua RUU itu pernah masuk dalam Prolegnas 2013, namun gagal disahkan menjadi UU karena ada penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Dia menilai masih banyak elemen masyarakat yang mengartikan berbeda dari maksud sesungguhnya dua RUU tersebut. Karena itu, dia menekankan perlu sosialisasi dan pemberian pemahaman terkait substansi dua RUU tersebut.

Sindonews/Ant
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved