Kata Pengamat Soal Kalimat Jokowi, 'Bukan Urusan Saya'

Jum'at, 05 Desember 2014 - 08:31 WIB
Kata Pengamat Soal Kalimat...
Kata Pengamat Soal Kalimat Jokowi, 'Bukan Urusan Saya'
A A A
DEPOK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering melontarkan kalimat 'bukan urusan saya' saat menjawab pertanyaan media dalam sejumlah hal.

Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, untuk menilai kalimat Jokowi, publik tetap harus membaca atau mengetahui kalimat sebelumnya dan menyertainya terlebih dahulu.

"Presiden Jokowi menggunakan manajemen komunikasi management by actions bukan management by reactions (hanya bereaksi sesaat atas sebuah fenomena), tetapi memilih untuk bertindak dengan nyata (management by actions)," kata Devie, di Depok, Kamis 4 Desember 2014.

Dosen Ilmu Komunikasi UI ini menganalogikan, sikap Jokowi sebagai pemimpin dalam sebuah orkestra. Di mana masing-masing pemain instrumen harus fokus pda tugas pokok fungsi (tupoksi).

Hal-hal yang bersifat teknis, lanjutnya, dapat dijawab dan ditangani langsung oleh kabinetnya bukan lagi seorang presiden.

"Ibarat orkestra timnya harus fokus pada tugas masing-masing, ada yang main gitar, seruling. Sebenarnya kalimat itu mengingatkan timnya untuk bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing," ungkapnya.

"Ketika bicara soal ikan misalnya itu sudah ada Menteri Kelautan dan Perikanan. Presiden juga bukan Superman, sehingga Jokowi menggunakan sebuah sistem untuk menjawab persoalan teknis," imbuhnya.

Kedua lanjutnya, kalimat tersebut dilontarkan lantaran Presiden Jokowi memang enggan mengomentari jika belum memahami konteks masalahnya seperti apa.

Hal itu kata Devie, lebih efektif ketimbang akan menjadi kontra produktif dan polemik di media.

"Karena berbahaya sekali jika apapun komentar di media sangat layak kutip jika presiden yang berbicara," jelasnya.

Devie menilai selama dua bulan kepemimpinan Presiden Jokowi, gaya komunikasi pria asal Solo itu cukup baik.

Presiden Jokowi, katanya, meminta para menteri untuk fokus berbicara dengan tindakan nyata bukan wacana.

"Kita perlu apresiasi banyak quick wins atau kemenangan cepat yang diperoleh oleh para menteri di kabinet Jokowi dalam program mereka. Pertahankan, enggak ada masalah," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved