Ketua Umum PBNU Guru Besar Tasawuf UIN Sunan Ampel

Sabtu, 29 November 2014 - 20:49 WIB
Ketua Umum PBNU Guru...
Ketua Umum PBNU Guru Besar Tasawuf UIN Sunan Ampel
A A A
SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA dikukuhkan sebagai guru besar tidak tetap bidang ilmu tasawuf pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/11/14).

Pengukuhan yang dihadiri banyak pejabat negara, seperti menteri dan pejabat Provinsi Jatim berlatarbelakang Nahdliyin ini merupakan akhir proses panjang, sejak 2010.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang saat itu dipimpin Mohamad Nuh mengusulkan Said Aqil sebagai guru besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Namun berkasnya hilang, hingga akhirnya Said Aqil ditetapkan sebagai guru besar ke-47 di UIN Sunan Ampel.

Meski ke-47, namun dia merupakan guru besar tunggal dengan keahlian ilmu tasawuf di UIN Sunan Ampel.

Pada pengukuhannya, pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 ini menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar berjudul Tasawuf Sebagai Revolusi Spiritual dalam Kehidupan Masyarakat Modern.

Menurut dia, revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo tidak bisa berjalan tanpa diawali revolusi tasawuf.

Dia mengatakan, munculnya berbagai krisis manusia modern sesungguhnya bersumber pada masalah makna.

Modernisme dengan kemajuan teknologi dan pesatnya industrialisasi dapat menciptakan manusia meraih kehidupan dengan perubahan yang luar biasa.

“Namun seiring dengan logika dan orientasi modern, kerja dan materi lantas menjadi aktualisasi kehidupan masyarakat dan gagasan tentang makna hidup terhancurkan. Implikasinya, manusia kemudian menjadi bagian mesin yang mati. Masyarakat lantas tergiring pada proses penyamaan diri dengan segala materi serta pendalaman keterbelakangan mentalitas,” tutur Said Aqil.

Menurut dia, manusia semakin terbawa arus deras desakratisasi, dehumanisasi, karena selalu disibukkan oleh pergulatan tentang subyek positif dan hal yang empiris.

Di satu sisi, kata Said, modernitas menghadirkan dampak positif dalam hampir seluruh konstruk kehidupan manusia.

Namun pada sisi lain, juga tidak dapat ditampik bahwa modernitas punya sisi gelap yang menimbulkan sisi negative yang sangat gelap.

“Ini lantas memunculkan sisi kenyataan lain, spiritual semakin mendapat tempat tersendiri dalam masyarakat modern dewasa ini,” rincinya.

Said menegaskan munculnya persoalan besar di tengah umat manusia sekarang berada satu titik yaitu krisis spiritualitas.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dominasi rasionalisme, empirisme, dan positivisme, kata dia, ternyata membawa manusia ke dalam kehidupan modern.

Di dalam kehidupan modern, sekularisme menjadi mentalitas zaman. Spiritualisme menjadi semacam antagonisme bagi kehidupan modern.

“Tasawuf memang sering mendapatkan kritikan dan tuduhan menyakitkan. Beberapa orientalis dan pemikir muslim sendiri tidak sedikit yang menuduh tasawuf menjadi biang kemunduran peradaban Islam. Tasawuf dituduh sebagai virus yang menghambat kemajuan dan menyebabkan ketertinggalan dunia muslim di kancah peradaban modern,” urainya.

Rektor UIN Sunan Ampel Abdul A’la menilai Said Aqil layak menjadi guru besar dari sisi keilmuan.

“Dia memenuhi kriteria guru besar. Kajian bidang tasawuf sekarang masih langka. Dia bukan hanya ahli tasawuf tapi juga seorang sufi,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Profil Anggito Abimanyu,...
Profil Anggito Abimanyu, Ketua LPS yang Didukung Menkeu Purbaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved