Jokowi Harus Jawab Langsung Interpelasi

Jum'at, 28 November 2014 - 10:58 WIB
Jokowi Harus Jawab Langsung...
Jokowi Harus Jawab Langsung Interpelasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menjawab langsung interpelasi yang dilakukan DPR nanti. Kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah masalah serius sehingga tidak cukup hanya dijelaskan oleh seorang menteri.

”Presiden Jokowi yang harus menjawab langsung. Dari sisi psikologi kepemimpinan, ini menjadi bagian yang mendasar. Jadi, jangan menteri yang menjelaskan,” ujar pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta Firdaus Syam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Firdaus menjelaskan, digunakannya hak interpelasi oleh DPR menunjukkan bahwa ada persoalan yang sangat serius di balik kebijakan Presiden tersebut. Sementara di saat yang sama pemerintah selama ini dinilai hanyamemberikanjawabankonvensional, yakni berdalih bahwa subsidi BBM dicabut untuk kepentingan pembangunan infrastruktur, pemberian kartu untuk bantuan sosial, dan sebagainya.

Firdaus menilai, penggalangan dukungan interpelasi itu langkah tepat dan perlu cepat direalisasi. Mengenai kelanjutan dari penggunaan hak interpelasi tersebut apakah mengancam pemerintahan, itu tergantung pada jawaban yang diberikan Presiden. Hingga kemarin, dukungan interpelasi terhadap Jokowi ini terus bertambah.

Salah satu inisiator penggunaan hak interpelasi dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Mukhamad Misbakhun mengaku kemarin terjadi penambahan dari jumlah sebelumnya, yakni sebanyak 202 tanda tangan. Namun dia belum mengecek daftar tanda tangan dukungan terakhir karena masih diedarkan kepada anggota lain. ”Golkar bertambah dari sebelumnya 66orang, begitujugafraksi lain. Saya belum cek, tapi saya yakin terus bertambah,” ujarnya diGedungDPR, Jakarta, kemarin.

Misbakhun mengatakan, ditargetkan minimal 300 dukungan tanda tangan sebelum usulan interpelasi tersebut diserahkan ke pimpinan DPR. Dia menjamin usulan diserahkan ke pimpinan DPR sebelum masa sidang berakhir. Meski tujuan interpelasi hanya meminta penjelasan DPR, tidak tertutup kemungkinan DPR akan menggunakan haknya yang lain, misalnya hak angket.

Berlanjut atau tidaknya interpelasi BBM ini ke tingkat selanjutnya sangat bergantung pada jawaban yang disampaikan pemerintah nanti. Guru besarhukumtatanegara Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf mengatakan, apabila penjelasan atau jawaban Presiden masuk akal, masyarakat harus menerima hal itu karena DPR RI telah menyetujuinya.

Namun jika jawaban itu tidak memuaskan, irasional, dan terkesan memaksakan, besar peluang akan naik ke tingkat selanjutnya, yakni penggunaan hak angket. ”Ini hak DPR karena menilai Presiden melanggar hukum dan tidak masuk akal dalam menaikkan harga BBM. Dalam tata negara ini sah. Jadi, sangat tergantung pada jawaban interpelasi nanti,” katanya.

Lebih jauh, jika saat penggunaanhakangketDPRjugamenilai apa yang disampaikan Presiden tidak memuaskan, lembaga legislatif akan menggunakan hak menyatakan pendapat bahwa Presiden melanggar undang-undang dan dianggap tidak bisa menjalankan kewajibannya.

Dia membenarkan bahwa ada peluang usulan interpelasi bisa mengarah pada pemakzulan terhadap Jokowi. Namun, kata dia, pemakzulan bukan hal yang mudah dilakukan. Penggunaan bobotnya sangat berat karena, seperti di pengadilan, harus disertai dengan bukti-bukti yang mengarah pada pelanggaran hukum dan konstitusi.

Kiswondari/Sucipto
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved