Kemendagri Evaluasi Menyeluruh Sistem E-KTP

Senin, 17 November 2014 - 14:18 WIB
Kemendagri Evaluasi...
Kemendagri Evaluasi Menyeluruh Sistem E-KTP
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar diberikan waktu cukup untuk melakukan evaluasi menyeluruh sistem KTP elektronik atau e-KTP.

Dia menilai sistem e-KTP adalah pekerjaan rumah (PR) besar yang saat pemilu lalu belum sepenuhnya menjadi basis data valid dalam penyusunan daftar pemilih tetap. Dengan belum tuntasnya masalah e-KTP ini juga, kata dia, masih ditemukan banyak data kependudukan yang ganda.

”Bahwa yang sedang disidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kemendagri tidak ikut campur. Kita ikut sampai tuntas. Tetapi, dari sisi sistem, saya sebagai mendagri ingin mengevaluasi karena ini kerahasiaan negara, harus dikaji tuntas, dievaluasi secara jernih. Jangan sampai Kemendagri jadi alat saja,” kata Tjahjo Kumolo di Jakarta kemarin.

Dari sisi teknis, kata dia, proses untuk mendapatkan bentuk fisik e-KTP sejak pencatatan data terlalu lama, banyak kesalahan input data, serta data kependudukan yang rentan bocor. Padahal, kata dia, e-KTP sebagai program pencatatan data kependudukan yang menyangkut kerahasiaan penduduk dan negara. ”Faktor kerahasiaan e-KTP menjadi tak terjamin karena ada rekanan Kemendagri yang bisa mengakses data kependudukan,” ungkapnya.

Kemendagri, kata Tjahjo, tidak ingin e-KTP ini secara kuantitas dianggap sudah mencapai 140-an juta lebih, tetapi secara kualitas tidak memenuhi harapan. Padahal, sebenarnya tujuan e- KTP adalah identitas negara. ”Kami minta maaf pada masyarakat. Kami menunda dulu. Kami ingin menata, bukan dihentikan. Supaya sistemnya bagus, tidak dipegang pihak ketiga, tapi tanggung jawab penuh negara dan Kemendagri,” ungkapnya.

Penundaan dalam rangka evaluasi menyeluruh itu, kata Tjahjo, bisa memakan waktu satu bulan lebih. Setelah didalami dinamika dan perkembangan, permasalahan e-KTP ini memang sangat serius. ”Maka itu, saya menulis surat pada Presiden agar Kemendagri diberi waktu lebih panjang untuk membahas evaluasi e- KTP ini,” katanya. Dalam evaluasi, lanjut Tjahjo, pihaknya melihat ke dalam, persiapan perangkat keras dan lunak, lalu aspek perkembangan dinamika politis dan kerahasiaan negara.

Anggota Fraksi PDIP DPR Arif Wibowo mendukung upaya mendagri membenahi sistem pelaksanaan e-KTP. Menurut dia, pemerintah memang selayaknya mengoreksi dan mengevaluasi pelaksanaan e-KTP karena harus diakui masih banyak persoalan.

”Tidak hanya di perangkat percetakan dan server -nya, tetapi juga bagaimana menempatkan e-KTP ini agar ke depan bisa menjadi basis identitas warga sehingga tak ada lagi nanti ada data ganda, data palsu, dan sebagainya,” sebut Arif.

Rahmat sahid
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
Sistem Misil S-400 Rusia...
Sistem Misil S-400 Rusia Tembak Jatuh 8 Rudal ATACMS Amerika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved