Yapto Kembali Pimpin Pemuda Pancasila

Senin, 10 November 2014 - 12:30 WIB
Yapto Kembali Pimpin...
Yapto Kembali Pimpin Pemuda Pancasila
A A A
KOTA BATU - Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP) Yapto S Soerjosoemarno kembali memimpin PP untuk periode 2014-2019 setelah terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) PP IX di Kota Batu, Malang, Sabtu (8/11) malam.

Yapto ditetapkan berdasarkan sidang majelis pleno yang dipimpin Ketua MPN PP Gunung Hutapea dengan surat keputusan Nomor 10/KPTS/ MUBES-IX PP/XI/2014 tentang Masa Bakti 2014-2019. “Saya menghormati keputusan demokratis ini meski saya sebenarnya menjunjung adanya kaderisasi di tubuh Pemuda Pancasila,” ungkap Yapto. Mantan Ketua Umum PP periode 2009-2014 ini mengaku sudah meminta pergantian kepemimpinan di tubuh PP sejak 1990.

Namun gagasan itu tidak mendapat respons positif dari kader hingga mubes di Kota Batu, Malang, ini terlaksana. Yapto pun menyatakan sedih sekaligus senang memimpin kembali PP. “Sedihnya karena orang luar akan menilai PP belum jalan dengan baik sistem kaderisasinya, apalagi ketua umumnya sudah tidak muda lagi dan usianya sudah di atas 40 tahun, padahal organisasi yang dipimpin adalah organisasi masyarakat (ormas) yang berbasis kepemudaan,” katanya.

Di hadapan ribuan kader PP, Yapto pun meminta syarat, yakni kepemimpinannya itu merupakan yang terakhir kalinya dan sepanjang kepemimpinannya harus dinilai. “Saya menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan akan menyusun kepengurusan MPN dalam tempo satu bulan,” ujarnya.

Yapto juga meminta agar ke depan PP harus bisa menonjolkan kader-kader yang memiliki reputasi di bidang ilmu pengetahuan, tokoh-tokoh pengusaha, dan bukan melulu menampilkan kader yang jadi bupati, wali kota, atau anggota legislatif. Yapto juga meminta seluruh jenjang organisasi di level mana pun agar perjalanan organisasinya ditulis dengan tinta emas.

“Jangan jadi pengekor atau penjilat. Saya juga meminta agar kader PP bersikap tegas kepada pemerintah, pengganggu keamanan bangsa, para kapitalis yang merusak, aliran yang mengganggu ketenteraman, dan ilmu yang menjerumuskan,” katanya.

Musyawarah Besar PP tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah. Rekomendasi itu terbagi secara internal dan eksternal yang meliputi bidang ekonomi, politik, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan nasional.

Pimpinan sidang pleno Zikrullah mengatakan, rekomendasi eksternal di bidang ekonomi adalah mendesak kepada eksekutif dan legislatif untuk memberikan perhatian khusus dalam rangka meningkatkan sektor ketahanan pangan, sumber daya alam, ketahanan energi, dan mineral dengan mengkaji ulang secara komprehensif dan menyempurnakan peraturan perundang-undangan.

Maman adi saputro/ Okezone
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Semarang Menuju Pusat...
Semarang Menuju Pusat Investasi Hijau: Proyek Rp3 Triliun Walikota Agustina Kebanjiran Peminat
Breaking News: Noel...
Breaking News: Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Ini Respons Menteri Imipas Agus Andrianto
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Infografis
Trump Perintahkan Pembukaan...
Trump Perintahkan Pembukaan Kembali Penjara Alcatraz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved