Dilema Keluarga Pecandu Narkoba

Sabtu, 01 November 2014 - 12:55 WIB
Dilema Keluarga Pecandu...
Dilema Keluarga Pecandu Narkoba
A A A
JAKARTA - Keluarga dinilai sebagai agen utama pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Orang tua dianggap sebagai pengawas dan pendeteksi dini untuk mencegah anggota keluarga terjerumus menjadi pengguna narkoba.

Kendati begitu, orang tua kerap menghadapi dilema ketika mengetahui anggota keluarganya menjadi pencandu narkoba. Sebab khawatir anaknya akan dipenjara.

Kepala Seksi Media Tradisional Direktorat Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Ahmad Soleh menjelaskan, implementasi penanganan pecandu narkotika khususnya bagi mereka yang tertangkap tangan masih sangat minim.

Hal tersebut karena masih banyak pengguna yang kemudian diproses hukum pidana. Padahal menurut Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, kata dia, bagi pecandu yang melapor tidak dituntut pidana untuk dua kali masa perawatan.

"Untuk pengguna yang tertangkap tangan pun seharusnya juga mendapatkan haknya mendapatkan perawatan rehabilitasi pada tingkat penyidik, sehingga pengguna narkotika tersebut tidak perlu ditahan," ungkap Ahmad saat berdiskusi dengan keluarga dilingkungan kompleks Bintara, Bekasi Barat, Jumat 31 Oktober 2014.

Menuru dia, ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 13 Ayat 4 PP Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor (IPWL) bagi Pengguna Narkotika.

"Sejak diubahnya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika menjadi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, penanganan terhadap pecandu narkotika semakin dikedepankan," tutur Ahmad.

Ahmad menambahkan, pemerintah berharap kesadaran masyarakat yang keluarganya menjadi pengguna narkotika untuk melapor diri ke IPWL untuk mendapatkan perawatan rehabilitasi gratis.

"Masyarakat dapat memanfaatkan IPWL agar pengguna narkotika mendapatkan haknya di bidang kesehatan dan dapat kembali produktif bila kembali ke lingkungannya," tuturnya.

Maulana Ibrahim, psikolog anak menjelaskan setiap keluarga harus tetap memberikan perhatian khusus kepada anak-anaknya yang menjadi pecandu.

"Agar mereka tidak merasa terkucilkan, karena secara psikologis mereka itu butuh orang-orang yang memberikannya kenyamanan untuk sharing (berdiskusi)," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved