PNS Mendukung Prodemokrasi

Jum'at, 24 Oktober 2014 - 20:51 WIB
PNS Mendukung Prodemokrasi
PNS Mendukung Prodemokrasi
A A A
HONG KONG - Pegawai negeri sipil (PNS) memberikan dukungan terhadap pengunjuk rasa prodemokrasi setelah lima wakil pengunjuk rasa kalah dan kecewa dalam perundingan dengan pemerintah, Selasa (21/10) malam.

Namun, para PNS itu tidak bergerak secara terbuka. Mereka menyampaikan dukungan secara anonim di dalam sebuah grup jejaring sosial, Facebook,. Secara tidak langsung, para PNS tersebut dianggap ikut mendesak pemerintah Hong Kong untuk menerapkan demokrasi nyata.

Dukungan yang diberikan PNS membuat birokrasi prodemokrasi semakin meluas. Sebab, mereka bukanlah satusatunya pegawai pemerintah yang mendukung pengunjuk rasa. Sebelumnya, beberapa petugas layanan informasi, polisi, dan pengadilan juga menyuarakan hal yang sama.

Para PNS prodemokrasi itu datang dari berbagai departemen. Mereka menunjukkan dukungan dengan cara mengirim kartu PNS elektronik di grup Facebook prodemokrasi. Selain itu, mereka mengirimkan slogan kritis tentang Hong Kong yang menjadi kota penyangga Beijing.

Posting itu muncul setelah 1.300 PNS menyerang balik bos mereka yang mengkritik pergerakan pengunjuk rasa pada awal pekan ini. Seperti dikutip surat kabar Ming Pao , mereka yakin para pendemo menjunjung tinggi protes yang damai tanpa ada unsur kekerasan.

Sampai sekarang pengunjuk rasa masih membekukan aktivitas pusat kota dengan memblokade jalan di beberapa titik. Mereka sudah hampir sebulan membuat ekonomi kota lumpuh. Aksi tersebut diyakini tidak akan terhenti sampai tuntutan mereka dipenuhi Pemerintah Hong Kong.

Akses menuju kantor dinas Ketua Eksekutif Leung Chunying juga mengalami hambatan. Sebab, pemusatan protes terjadi di luar kantor pemerintah. Polisi sempat menekan mundur pengunjuk rasa beberapa waktu lalu setelah pengunjuk rasa dianggap hendak melebarkan wilayah.

Hampir semua polisi loyal terhadap pemerintah. Namun, beberapa mengaku memilih mendukung prodemokrasi. Di Facebook, seperti dilaporkan AFP ,seorang petugas polisi mengunggah kartu identitasnya sambil memasukkan idiomidiom dalam frase tradisional khas China.

"Tubuhku bersama binatang buas, tapi hatiku bersama rakyat," tulis polisi itu di Facebook, Rabu (22/10) sore waktu setempat. Sampai kemarin, status polisi itu menjadi status paling populer di grup. Sekitar 6.600 pengguna Facebook menyukai dan membagikannya. Sebuah tulisan tangan yang diletakkan di samping kartu identitas pers juga mewarnai dukungan terhadap prodemokrasi. "Saya juga ingin hak pilih universal. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda yang sudah berjuang selama lebih dari 20 hari," bunyi tulisan itu.

Seorang petugas otoritas permukiman Hong Kong juga mengatakan PNS merupakan warga normal. Mereka ingin memiliki hak untuk melakukan pemilihan yang adil, bebas, dan bersih dalam Pemilu 2017. “Di luar kantor, kami juga warga sipil, sama dengan yang lain." Respons pengikut grup prodemokrasi sangat positif terhadap dukungan PNS tersebut. Beberapa dari 13.000 pengikut grup itu mengucapkan terima kasih dan memberi cap PNS prodemokrasi berhati nurani. "Saya benar-benar menjadi lebih termotivasi," tulis Koey Sit dalam status petugas polisi.

Situasi di dunia maya turut memengaruhi situasi di dunia nyata. Pemimpin protes mengaku gelombang aksi demonstrasi tidak akan menurun. Barikade juga akan tetap dipertahankan. Namun, dia masih belum yakin akan kembali menggelar perundingan babak kedua dengan pemerintah.

Berdasarkan polling yang dilakukan Chinese University of Hong Kong, dukungan terhadap prodemokrasi meningkat secara signifikan. Pada akhir bulan lalu, dukungan masyarakat hanya mencapai 31%, sedangkan pada bulan ini, dukungan mencapai 38%.

Di tengah-tengah meningkatnya dukungan dan aksi protes, beberapa warga sipil tetap merasa terganggu dengan demonstrasi prodemokrasi. Penduduk lokal berang karena pengunjuk rasa menutup akses penting. Adu mulut akhir-akhir ini bahkan sering terjadi di tiga zona protes.
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved