Wajar Jika Terorisme Libatkan Banyak Negara
Senin, 15 September 2014 - 06:29 WIB
Wajar Jika Terorisme Libatkan Banyak Negara
A
A
A
JAKARTA - Wajar kegiatan terorisme melibatkan banyak negara. Karena ini terkait dengan kegiatan beragama yang sifatnya transnasional.
Hal itu dikatakan pengamat terorisme Universitas Indonesia (UI) Al Chaidar. Menurutnya, keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam kegiatan terorisme di Indonesia bukan hal yang mengejutkan.
"Jadi banyak bangsa yang terlibat. Termasuk di Indonesia juga bisa melibatkan WNA," kata Al Chaidar kepada wartawan di Jakarta, Minggu 14 September 2014.
Dia mengatakan kelompok Santoso memang menjalin kerjasama internasional dalam melakukan aksinya. Ditambah lagi dengan seruan bai'at terhadap ISIS. Dengan demikian Abu Bakar Al Baghdadi akan mengirimkan utusannya untuk membantu di Indonesia.
"Dikenal dengan istilah Junah yakni setiap imam atau khalifah harus melakukan proteksi. Dalam hal ini jika ada yang meminta bantuan maka akan dikirim bantuan," ucapnya.
Permintaan bantuan dilakukan melalui pengiriman video. Hal serupa pernah dilakukan terhadap Al Qaeda, yang mana juga memberikan bantuan.
"Ini banyak warga asing yang terlibat. Mungkin yang baru tertangkap empat. Tapi pernah dari Malaysia dan Philipina," ungkapnya.
Sulit membedakan warga asing yang menjadi turis dan kelompok terorisme. Hal yang perlu dilakukan adalah melakukan pengawasan dengan lebih baik.
"Baik polisi, keimigrasian, TNI, BIN dan kejaksaan saling bekerjasama dan meningkatkan pengawasannya," ungkapnya.
Hal itu dikatakan pengamat terorisme Universitas Indonesia (UI) Al Chaidar. Menurutnya, keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam kegiatan terorisme di Indonesia bukan hal yang mengejutkan.
"Jadi banyak bangsa yang terlibat. Termasuk di Indonesia juga bisa melibatkan WNA," kata Al Chaidar kepada wartawan di Jakarta, Minggu 14 September 2014.
Dia mengatakan kelompok Santoso memang menjalin kerjasama internasional dalam melakukan aksinya. Ditambah lagi dengan seruan bai'at terhadap ISIS. Dengan demikian Abu Bakar Al Baghdadi akan mengirimkan utusannya untuk membantu di Indonesia.
"Dikenal dengan istilah Junah yakni setiap imam atau khalifah harus melakukan proteksi. Dalam hal ini jika ada yang meminta bantuan maka akan dikirim bantuan," ucapnya.
Permintaan bantuan dilakukan melalui pengiriman video. Hal serupa pernah dilakukan terhadap Al Qaeda, yang mana juga memberikan bantuan.
"Ini banyak warga asing yang terlibat. Mungkin yang baru tertangkap empat. Tapi pernah dari Malaysia dan Philipina," ungkapnya.
Sulit membedakan warga asing yang menjadi turis dan kelompok terorisme. Hal yang perlu dilakukan adalah melakukan pengawasan dengan lebih baik.
"Baik polisi, keimigrasian, TNI, BIN dan kejaksaan saling bekerjasama dan meningkatkan pengawasannya," ungkapnya.
(maf)