Kubu Jokowi-JK Terancam Tak Dapat Kursi Pimpinan DPR
Kamis, 04 September 2014 - 15:06 WIB
Kubu Jokowi-JK Terancam Tak Dapat Kursi Pimpinan DPR
A
A
A
JAKARTA - Kubu presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla terancam tidak bisa mengajukan paket pimpinan DPR apabila jumlah koalisi mereka tak bertambah.
Berdasarkan rapat panitia khusus (Pansus) tata tertib (Tatib) DPR menyepakati satu paket calon pimpinan DPR terdiri atas satu orang calon ketua dan empat orang calon wakil ketua yang diajukan dari fraksi berbeda.
Sementara, partai yang tergabung dalam koalisi Jokowi-JK di DPR cuma ada empat, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem dan Partai Hanura.
"Kalau jumlah koalisi tidak bertambah, terancam enggak dapat kursi pimpinan," kata Ketua Pansus Tatib, Benny K Harman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2014).
Menurutnya, sistem ini dibentuk untuk membangun parlemen yang kuat guna mendukung pemerintahan yang akan datang lebih efektif, efisien dan accounntable, bukan untuk menjegal kubu Jokowi-JK.
"Malah mereka (kubu Jokowi-JK) senang, karena mereka yakin yang bergabung dengan koalisi Jokowi-JK bisa bertambah," terangnya.
Berdasarkan rapat panitia khusus (Pansus) tata tertib (Tatib) DPR menyepakati satu paket calon pimpinan DPR terdiri atas satu orang calon ketua dan empat orang calon wakil ketua yang diajukan dari fraksi berbeda.
Sementara, partai yang tergabung dalam koalisi Jokowi-JK di DPR cuma ada empat, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem dan Partai Hanura.
"Kalau jumlah koalisi tidak bertambah, terancam enggak dapat kursi pimpinan," kata Ketua Pansus Tatib, Benny K Harman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2014).
Menurutnya, sistem ini dibentuk untuk membangun parlemen yang kuat guna mendukung pemerintahan yang akan datang lebih efektif, efisien dan accounntable, bukan untuk menjegal kubu Jokowi-JK.
"Malah mereka (kubu Jokowi-JK) senang, karena mereka yakin yang bergabung dengan koalisi Jokowi-JK bisa bertambah," terangnya.
(kur)