DPKTb Muncul Karena KPU Tak Tuntas Urus DPT
Sabtu, 16 Agustus 2014 - 17:20 WIB
DPKTb Muncul Karena KPU Tak Tuntas Urus DPT
A
A
A
JAKARTA - Anggota tim advokasi Prabowo-Hatta, Didik Supriyanto mengungkapkan,pihaknya tak memersoalkan angka 2,9 juta daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) memilih capres mana.
Namun kata dia, yang menjadi persoalan ialah proses atau pelaksanaan penggunaan DPKTb yang menurutnya tidak sesuai dengan peraturan.
Ia mencontohkan di beberapa daerah, di mana pengguna DPKTb mencoblos tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Seperti, di luar waktu pencoblosan yang telah ditentukan atau mencoblos di tempat yang tidak sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP).
"Pelaksanaan atau penyelengaraannya bener enggak sih, karena misalnya ada yang memilih sebelum jam 12," kata Didik di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/8/2014).
Kata Didik, persoalan DPKTb ini muncul karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak maksimal dalam menyelesaikan jumlah daftar pemilih (DPT).
"KPU tidak perform, sehingga masih banyak DPT yang tercecer. Terbukti, setelah pemilu jumlah DPKTb begitu banyak," pungkasnya.
Namun kata dia, yang menjadi persoalan ialah proses atau pelaksanaan penggunaan DPKTb yang menurutnya tidak sesuai dengan peraturan.
Ia mencontohkan di beberapa daerah, di mana pengguna DPKTb mencoblos tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Seperti, di luar waktu pencoblosan yang telah ditentukan atau mencoblos di tempat yang tidak sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP).
"Pelaksanaan atau penyelengaraannya bener enggak sih, karena misalnya ada yang memilih sebelum jam 12," kata Didik di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/8/2014).
Kata Didik, persoalan DPKTb ini muncul karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak maksimal dalam menyelesaikan jumlah daftar pemilih (DPT).
"KPU tidak perform, sehingga masih banyak DPT yang tercecer. Terbukti, setelah pemilu jumlah DPKTb begitu banyak," pungkasnya.
(maf)