Tim Hukum Prabowo-Hatta Cecar Soal Distribusi Logistik
Rabu, 13 Agustus 2014 - 16:20 WIB
Tim Hukum Prabowo-Hatta Cecar Soal Distribusi Logistik
A
A
A
JAKARTA - Tim Hukum Prabowo-Hatta Maqdir Ismail mencecar saksi KPU dari Papua, terkait pendistribusian logistik pemilihan presiden (pilpres). Maqdir menganggap hal itu penting diketahui secara jelas.
Ketua KPUD Dogiyai, Papua, Didimus Dogomo mengakui, pendistribusian logistik dilakukan oleh pihak ketiga. Namun, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci.
"Logistik dibawa oleh pemenang tender," kata dia dalam persidangan lanjutan gugatan pilpres di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).
Didimus mengatakan, logistik sudah didistribusikan dan sudah sampai ke semua lokasi pemungutan suara sampai ke tingkat PPD dan PPS. Kemudian dirinya hanya menerima laporan. "Saya hanya terima rekapan," tukasnya.
Sementara Anggota KPU Provinsi Papua, Beatrix Wanena mengatakan, pendistribusian logistik pemilu tidak bisa dikirim secara sekaligus, lantasan kondisi lapangan dan transportasi di lokasi.
"Jadi bukan kami, ada pihak ketiga yang mendorong," ucap Beatrix.
Dia menerangkan, dirinya hanya melakukan supervisi. Sementara memantau distribusi logistik bukan menjadi tanggung jawab sepenuhnya.
"Ada tim untuk provinsi, dan ada untuk kabupaten atau kota untuk mengecek ke daerah masing-masing," tegasnya.
Ketua KPUD Dogiyai, Papua, Didimus Dogomo mengakui, pendistribusian logistik dilakukan oleh pihak ketiga. Namun, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci.
"Logistik dibawa oleh pemenang tender," kata dia dalam persidangan lanjutan gugatan pilpres di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014).
Didimus mengatakan, logistik sudah didistribusikan dan sudah sampai ke semua lokasi pemungutan suara sampai ke tingkat PPD dan PPS. Kemudian dirinya hanya menerima laporan. "Saya hanya terima rekapan," tukasnya.
Sementara Anggota KPU Provinsi Papua, Beatrix Wanena mengatakan, pendistribusian logistik pemilu tidak bisa dikirim secara sekaligus, lantasan kondisi lapangan dan transportasi di lokasi.
"Jadi bukan kami, ada pihak ketiga yang mendorong," ucap Beatrix.
Dia menerangkan, dirinya hanya melakukan supervisi. Sementara memantau distribusi logistik bukan menjadi tanggung jawab sepenuhnya.
"Ada tim untuk provinsi, dan ada untuk kabupaten atau kota untuk mengecek ke daerah masing-masing," tegasnya.
(maf)