Kemenkes Siapkan Laboratorium Ebola

Rabu, 06 Agustus 2014 - 12:18 WIB
Kemenkes Siapkan Laboratorium...
Kemenkes Siapkan Laboratorium Ebola
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan laboratorium untuk mengantisipasi kemungkinan menularnya virus Ebola di Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi mengatakan selain meminta kewaspasdaan masyarakat, mempersiapkan laboratorium merupakan upaya pemerintah bersiaga agar, jika ada penderita dapat langsung diobservasi.

Menurut dia, travel warning atau peringatan bepergian dari beberapa negara tempat asal virus Ebola di antaranya adalah Liberia, Sierra Leone dan Nigeria sudah disebarluaskan agar siapapun yang akan berkunjung ke sana memiliki kewaspadaan.

Selain itu penduduk dari beberapa negara Afrika tempat asal virus tersebut juga diimbau untuk tidak meninggalkan negaranya.

"Penularan terjadi lewat kontak langsung melalui cairan badan. Sepengetahuan kami jumlah orang dari Indonesia yang ke sana juga sedikit," tutur Nafsiah di Jakarta, Selasa 5 Agustus 2014.

Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, milik Kemenkes dipersiapkan untuk dapat memeriksa virus ebola. Persiapan itu guna mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut di Tanah Air.

“Adanya dua warga Amerika Serikat yang tertular ebola dari Afrika membuat dunia khawatir akan penyebaran ebola. Sebagai antisipasi, kita siapkan laboratorium yang dapat mendeteksi virus tersebut,” katanya.

Laboratorium Balitbangkes sendiri, sudah memiliki kualifikasi BSL 3 (Bio Safety Level 3) yang setara dengan laboratorium rujukan milik Badan Kesehatan Dunia.

Metode yang digunakan untuk memeriksa ebola, menggunakan sistem PCR (Polymerase Chain Reaction). Saat ini, sambung dia, alat, petugas, termasuk prosedurnya, sudah komplet dimiliki Balitbangkes.

Menurut dia, setidaknya terdapat enam cara untuk mendeteksi virus ebola spesies apapun. Cara tersebut adalah dengan Antibody-capture enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), Antigen detection tests, Serum neutralization test, Reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) assay, Electron microscopy dan Evirus isolation dengan cell culture.

Terkait dengan penanganan virus ebola dalam penerbangan, CDC (Center of Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat juga telah mengeluarkan pedoman. Isinya mencakup delapan poin, termasuk di antaranya prosedur penanganan bila ada dugaan kaus di pesawat.
(dam)
Berita Terkait
Hepatitis Misterius,...
Hepatitis Misterius, Waspada Jika Anak Alami Gejala Ini
Kemenkes Sebut Kasus...
Kemenkes Sebut Kasus Polio di Indonesia hanya 1, Bukan 4
Kemenkes Beberkan Kronologi...
Kemenkes Beberkan Kronologi Kasus Hepatitis Akut yang Tewaskan 3 Anak di Indonesia
Kemenkes Beri Penghargaan...
Kemenkes Beri Penghargaan Landson, Dukung Gerakan Change Source
Hari Kesehatan Jiwa...
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021, Jiwa yang Sehat Pengaruhi Kualitas Hidup
SKAMRT Temukan 7 dari...
SKAMRT Temukan 7 dari 10 Rumah Tangga Konsumsi Air Minum Terkontaminasi
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved