Hadapi Pilpres 2014, ini saran pengamat untuk Golkar

Senin, 21 April 2014 - 15:54 WIB
Hadapi Pilpres 2014,...
Hadapi Pilpres 2014, ini saran pengamat untuk Golkar
A A A
Sindonews.com - Partai Golkar dinilai harus mengambil langkah-langkah politik agar dapat bersaing pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli mendatang.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai partai berlambang pohon beringin itu mempunyai posisi tawar yang strategis dalam menentukan koalisi parpol pada Pilpres.

"Tapi apakah Golkar bisa memenangkan pilpres? Ini pertanyaan sekaligus permasalahan Golkar. Sudah tiga pemilu (1999,2004,2009) Golkar gagal memenangkan pilpres. Pileg 2014 bahkan mengalami kemerosotan dukungan yang signifikan. Saya kira hal ini ada kaitannya dengan kepemimpinan Aburizal Bakrie,” ungkap Boni dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/4/2014).

Dia menilai, wacana evaluasi pencapresan Ical yang belakangan ini kembali muncul merupakan hal yang krusial bagi Partai Golkar. Dia juga menyarankan Golkar merumuskan jalan alternatif untuk partai itu pada masa mendatang.

Menurut Boni, ada beberapa solusi untuk persoalan tersebut. Pertama, Golkar mengevaluasi Ical dengan figur lain yang lebih lebih elektabel, diterima publik dan bisa membangun partai.

Dia menilai penyusutan suara dalam Pemilu 2014 menjadi ancaman bagi masa depan Golkar persis ketika pada saat yang sama, partai baru muncul dan menguat secara spektakuler. “Lama-lama Golkar bisa jadi partai gurem,” ucapnya.

Kedua, kata dia, Partai Golkar menyiapkan alternatif pengusungan calon wakil presiden (Cawapres) untuk dikawinkan dengan capres dari partai besar lain.

Menurut dia, Golkar bisa mengusung Akbar Tandjung yang senior atau Priyo Budi Santoso yang muda untuk dikawinkan dengan bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dia menandaskan, paling dimungkinkan bergabung dengan kubu Prabowo ketimbang Jokowi, karena PDIP sendiri tidak ingin membangun koalisi berbagi jabatan.

“Solusi kedua ini sangat urgent buat Golkar karena tidak ada harapan untuk memenangkan sendirian Pilpres 2014. Belum ada nama yang bisa menyaingi popularitas Jokowi dan Prabowo. Saya kira, dengan posisi sebagai partai terbesar kedua, Golkar punya bargaining power (kekuatan tawar) yang strategis untuk membangun koalisi,” kata Boni.

Dia mengatakan, jika hal ini terjadi, maka komposisi Pilpres 2014 akan terpeta dalam tiga kekuatan yaitu, kekuatan tengah dibelah dua, yakni blok Jokowi (blok J) dan blok Prabowo (blok P) dan kekuatan kanan yaitu gabungan partai-partai Islam di bawah komando PKS dan PAN.

“Di sana bisa ada PAN dan Partai Demokrat sebagai penguat koalisi. Hanura akan lebih aman bergabung ke PDIP atau ke Gerindra. Tiga komposisi ini akan membuat menarik pertarungan 2014,” pungkasnya.
(dam)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved