Politik dinasti di daerah sudah tak wajar

Senin, 14 April 2014 - 21:43 WIB
Politik dinasti di daerah...
Politik dinasti di daerah sudah tak wajar
A A A
Sindonews.com - Politik dinasti di daerah masih jauh dari apa yang terjadi di negara berdemokrasi mapan. Tidak hanya pada proses kompetisi pemilukada yang tidak sehat, pemerintahan yang dihasilkan juga tidak akan efektif.

Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Djohermansyah Djohan mengatakan, praktik politik dinasti di daerah seharusnya tidak menjadi masalah. Seperti halnya yang terjadi di Amerika Serikat, Keluarga Kennedy aktif dalam perpolitikan di sana.

"Tidak ada salahnya kalau punya kompetensi dan integtiras. Ini kan tidak. Malahan tidak ada yang sehat. Disana (Amerika Serikat) semua keluarganya sudah ada di politik," kata Djohermansyah saat ditemui di Kemendagri, Jakarta, Senin (14/4/2014).

Praktik politik dinasti marak terjadi di daerah. Misalnya saja, jika seorang kepala daerah telah habis masa jabatannya, keluarganya akan mencalonkan di periode berikutnya.

Hal tersebut terjadi karena seringkali politik dinasti hanya karena tidak ingin kehilangan kekuasaan dan menghalalkan segala cara tanpa mempertimbangkan kemampuan.

"Bapaknya sudah habis masa jabatan jadi bupati tiba-tiba anaknya yang pengusaha dicalonkan lalu terpilih. Istrinya yang hanya pimpinan PKK jadilah dia bupati," ungkapnya.

Selain tidak jelasnya kompetensi, tidak sehatnya politik dinasti adalah pada saat proses pemilukada. Dalam hal ini, sering kali petahana akan memberikan dukungan kuat kepada sanak saudaranya yang mencalonkan kepala daerah. Dengan demikian kompetisi yang terjadi tidak sehat juga.

"Mentang-mentang petahanana, dua periode, pimpinan partai di daerah pula lagi. Kemudian birokrasi, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), pegang uang, pegang tokoh masyarakat. Powerful itu. Padahal tidak punya track record, tidak pernah main di politik, cuma kegiatan sosial," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Jadi Caleg Butuh Uang...
Jadi Caleg Butuh Uang Banyak, Prabu Revolusi: Banyak Persepsi yang Salah soal Calon Legislatif
Aiman Witjaksono dan...
Aiman Witjaksono dan Prabu Revolusi Blak-Blakan soal Alasan Terjun ke Politik
Berita Terkini
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved