TPS unik diyakini menarik minat nyoblos pemilih
Senin, 07 April 2014 - 16:02 WIB
TPS unik diyakini menarik minat nyoblos pemilih
A
A
A
Sindonews.com - Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, mengatakan keberadaan tempat pemungutan suara (TPS) unik akan membuat pemilih lebih tertarik menggunakan hak suaranya. Apalagi jika di TPS disediakan fasilitas yang akan membuat mereka nyman.
"Saya yakin TPS unik itu akan menarik minat masyarakat (menggunakan hak pilih)," kata Yayat, di Bandung, Jawa Barat, Senin (7/4/2014).
Menurutnya, salah satu penyebab orang malas datang ke TPS adalah mengantri dan jenuh. "Tapi kalau di TPS-nya unik, ada makanan atau sesuatu yang menghibur, itu akan membuat pemilih nyaman," jelasnya.
Disinggung soal anggaran untuk TPS unik, KPU Jawa Barat maupun KPU kabupaten/kota tidak memiliki anggaran khusus. "Itu diserahkan ke masing-masing TPS karena tidak ada anggarannya," tuturnya.
Tapi meski tidak ada anggaran, warga di TPS atau panitia selalu ada yang membuat TPS unik. Hal itu sangat diapresiasi sebagai bentuk dorongan agar publik mau menggunakan hak pilih.
Ia pun berharap partisipsi publik pada pemilu nanti bisa benar-benar maksimal. Target partisipasi pemilih sebanyak 76 persen pun diharapkan tercapai.
"Saya yakin TPS unik itu akan menarik minat masyarakat (menggunakan hak pilih)," kata Yayat, di Bandung, Jawa Barat, Senin (7/4/2014).
Menurutnya, salah satu penyebab orang malas datang ke TPS adalah mengantri dan jenuh. "Tapi kalau di TPS-nya unik, ada makanan atau sesuatu yang menghibur, itu akan membuat pemilih nyaman," jelasnya.
Disinggung soal anggaran untuk TPS unik, KPU Jawa Barat maupun KPU kabupaten/kota tidak memiliki anggaran khusus. "Itu diserahkan ke masing-masing TPS karena tidak ada anggarannya," tuturnya.
Tapi meski tidak ada anggaran, warga di TPS atau panitia selalu ada yang membuat TPS unik. Hal itu sangat diapresiasi sebagai bentuk dorongan agar publik mau menggunakan hak pilih.
Ia pun berharap partisipsi publik pada pemilu nanti bisa benar-benar maksimal. Target partisipasi pemilih sebanyak 76 persen pun diharapkan tercapai.
(lns)