Pemilih di Hong Kong minim, sosialisasi KPU dipertanyakan
Rabu, 02 April 2014 - 12:58 WIB
Pemilih di Hong Kong minim, sosialisasi KPU dipertanyakan
A
A
A
Sindonews.com - Partisipasi pemilih luar negeri khususnya di Hong Kong minim, sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait mengajak masyarakat untuk ikut serta memilih pun dipertanyakan.
"Ini sosialisasinya kurang, tentu kita harus lebih banyak melakukan (sosialisasi) ini," kata Anggota Barisan Keamanan Aspirasi (Bakar) terhadap Kecurangan Pemilu, Solahudin Wahid di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2014).
Ke depan, adik dari almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta, agar penyelenggara pemilu lebih intensif menyerukan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri untuk menggunakan hak pilihnya.
Tak hanya itu, Gus Solah juga meminta kepada pengawas pemilu, agar memastikan suara pemilih di luar negeri terawasi. "Jangan sampai ada kecurangan," pungkasnya.
Sekadar informasi, Pileg di Hong Kong sudah digelar pada Minggu 30 Maret 2014 di Victoria Park, yang menjadi salah satu tempat bekumpulnya WNI di negara itu.
Jumlah WNI di Hong Kong yang memilih di tempat pemungutan suara ternyata hanya 6.000 orang. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggu 15.000 surat suara yang dikirim melalui pos. Jika diakumulasikan, pemilih TPS dengan pos ini sebanyak 21.000.
Komisioner KPU Arief Budiman mengakui, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pileg di Hong Kong sebanyak 102 ribu. "Diperkirakan memang partisipasi pemilih di Hong Kong di bawah 20 persen," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta.
"Ini sosialisasinya kurang, tentu kita harus lebih banyak melakukan (sosialisasi) ini," kata Anggota Barisan Keamanan Aspirasi (Bakar) terhadap Kecurangan Pemilu, Solahudin Wahid di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2014).
Ke depan, adik dari almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta, agar penyelenggara pemilu lebih intensif menyerukan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri untuk menggunakan hak pilihnya.
Tak hanya itu, Gus Solah juga meminta kepada pengawas pemilu, agar memastikan suara pemilih di luar negeri terawasi. "Jangan sampai ada kecurangan," pungkasnya.
Sekadar informasi, Pileg di Hong Kong sudah digelar pada Minggu 30 Maret 2014 di Victoria Park, yang menjadi salah satu tempat bekumpulnya WNI di negara itu.
Jumlah WNI di Hong Kong yang memilih di tempat pemungutan suara ternyata hanya 6.000 orang. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggu 15.000 surat suara yang dikirim melalui pos. Jika diakumulasikan, pemilih TPS dengan pos ini sebanyak 21.000.
Komisioner KPU Arief Budiman mengakui, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pileg di Hong Kong sebanyak 102 ribu. "Diperkirakan memang partisipasi pemilih di Hong Kong di bawah 20 persen," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta.
(maf)