Tak pro rakyat, Hanura akan pecat anggotanya
Minggu, 23 Maret 2014 - 18:36 WIB
Tak pro rakyat, Hanura akan pecat anggotanya
A
A
A
Sindonews.com - Pemilu Anggota Legislatif (Pileg) yang akan digelar pada 9 April 2010 mendatang, Partai Hanura optimis akan menang pada pemilu tersebut. Karena, antusias simpatisan dan kader begitu semangat untuk memenangkan partai bentukan Wiranto ini.
"Kita targetkan di Jakarta itu menang, karena kita lihat antusiasmenya luar biasa," kata Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Muhammad Sangaji disela-sela kampanye terbuka Partai Hanura yang digelar di di Gedung Balai Rakyat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2014).
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mengambil tindakan tegas berupa pemecatan bagi para anggota legislatif terpilih bila tidak menjalankan amanat rakyat. "Kalau tidak pro rakyat maka kami akan memberhentikannya," kata dia.
Karena, sesuai dengan komitmen bersama, yaitu seluruh anggota legislatif Hanura harus pro rakyat dan mendengarkan aspirasi rakyat yang telah memilihnya.
Untuk pengawasannya sendiri tentunya sangat mudah, kata Sangaji, pihaknya akan menerjunkan tim keseluruh daerah yang dinilai tidak mendapatkan perkembangan yang signifikan.
"Kita lihat, bila memang tidak ada perubahan di dapilnya maka akan kita tegur dan diberikan tindakan tegas," tuturnya.
Sehingga, bila memang tidak bisa memegang amanah rakyat maka harus berani menerima risiko yang sudah ditetapkan oleh partai.
Salah satu Caleg Partai Hanura untuk DPR RI Tajuddien Noor Bolimalakalu menuturkan, dirinya mendukung apa yang diucapkan oleh Sangaji. Menurutnya, seluruh anggota legislatif yang terpilih harus pro rakyat dan tidak pro Korupsi.
"Untuk pengawasannya semua anggota legislatif nantinya harus terbuka," ujarnya.
Selain itu, harus lebih peka menerima aspirasi dari masyarakat sehingga bisa lebih update terkait masalah yang ada di masyarakat.
Kemudianb, Caleg DPRD DKI Jakarta Achmad Kholidin menegaskan, target dari Jakarta Selatan sendiri adalah memenangkan Pemilu 2014 dengan merebut suara golput. "Kita Hanura-kan untuk yang Golput," katanya.
Menurutnya, dari hasil survei, di Jakarta Selatan sendiri ada 40 persen suara yang diduga akan memilih Golput. Untuk itu, pihaknya siap menarik 40 persen suara tersebut dan memilih Partai Hanura.
Untuk menariknya, pihaknya sudah menurunkan tim penggerak yang langsung menyasar pemilih-pemilih yang rentan akan Golput. "Kita langsung sentuh mereka, kita ajak diskusi dan tidak mengumbar janji," tuturnya.
"Kita targetkan di Jakarta itu menang, karena kita lihat antusiasmenya luar biasa," kata Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Muhammad Sangaji disela-sela kampanye terbuka Partai Hanura yang digelar di di Gedung Balai Rakyat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2014).
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mengambil tindakan tegas berupa pemecatan bagi para anggota legislatif terpilih bila tidak menjalankan amanat rakyat. "Kalau tidak pro rakyat maka kami akan memberhentikannya," kata dia.
Karena, sesuai dengan komitmen bersama, yaitu seluruh anggota legislatif Hanura harus pro rakyat dan mendengarkan aspirasi rakyat yang telah memilihnya.
Untuk pengawasannya sendiri tentunya sangat mudah, kata Sangaji, pihaknya akan menerjunkan tim keseluruh daerah yang dinilai tidak mendapatkan perkembangan yang signifikan.
"Kita lihat, bila memang tidak ada perubahan di dapilnya maka akan kita tegur dan diberikan tindakan tegas," tuturnya.
Sehingga, bila memang tidak bisa memegang amanah rakyat maka harus berani menerima risiko yang sudah ditetapkan oleh partai.
Salah satu Caleg Partai Hanura untuk DPR RI Tajuddien Noor Bolimalakalu menuturkan, dirinya mendukung apa yang diucapkan oleh Sangaji. Menurutnya, seluruh anggota legislatif yang terpilih harus pro rakyat dan tidak pro Korupsi.
"Untuk pengawasannya semua anggota legislatif nantinya harus terbuka," ujarnya.
Selain itu, harus lebih peka menerima aspirasi dari masyarakat sehingga bisa lebih update terkait masalah yang ada di masyarakat.
Kemudianb, Caleg DPRD DKI Jakarta Achmad Kholidin menegaskan, target dari Jakarta Selatan sendiri adalah memenangkan Pemilu 2014 dengan merebut suara golput. "Kita Hanura-kan untuk yang Golput," katanya.
Menurutnya, dari hasil survei, di Jakarta Selatan sendiri ada 40 persen suara yang diduga akan memilih Golput. Untuk itu, pihaknya siap menarik 40 persen suara tersebut dan memilih Partai Hanura.
Untuk menariknya, pihaknya sudah menurunkan tim penggerak yang langsung menyasar pemilih-pemilih yang rentan akan Golput. "Kita langsung sentuh mereka, kita ajak diskusi dan tidak mengumbar janji," tuturnya.
(mhd)