Bupati ini larang konsumsi buah impor
Minggu, 23 Maret 2014 - 04:04 WIB
Bupati ini larang konsumsi buah impor
A
A
A
Sindonews.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi salah satu kepala daerah yang menyita perhatian publik karena kebijakanya yang inovatif. Salah satunya melarang buah impor beredar di lingkungan pemda.
Anas mengatakan, penerapan kebijakan itu sudah berlangsung tiga tahun. Menurut dia, setiap acara yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Banyuwangi harus menyajikan buah lokal.
"Kami sudah dorong terus, salah satunya proteksi buah lokal. Semua acara pemerintah dari bupati sampai RT/RW harus buah lokal, karena lengkap di sana. Tapi karena sudah jadi budaya, ini sudah jadi kebiasaan," kata Anas di Hotel Kartika Candra di Jakarta, Sabtu 22 Maret 2014.
Anas mendapatkan salah satu penghargaan untuk kategori Democracy Award yang diselenggarakan salah satu situs media online.
Dalam penerapan aturan, Anas mengaku lebih menekankan aspek budaya bukan sanksi. Anas berharap seluruh warga Banyuwangi dapat lepas sepenuhnya dari buah-buahan impor. Bahkan, Banyuwangi berhasil mengekspor buah Manggis ke Jepang.
"PNS ini elite di kelas lokal. Ada 17 ribu orang. Kalau PNS enggak beli buah impor, masak orang kampung pakai buah impor? Kami jangan dorong sanksi, tapi budaya," ujarnya.
Anas mengatakan, penerapan kebijakan itu sudah berlangsung tiga tahun. Menurut dia, setiap acara yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Banyuwangi harus menyajikan buah lokal.
"Kami sudah dorong terus, salah satunya proteksi buah lokal. Semua acara pemerintah dari bupati sampai RT/RW harus buah lokal, karena lengkap di sana. Tapi karena sudah jadi budaya, ini sudah jadi kebiasaan," kata Anas di Hotel Kartika Candra di Jakarta, Sabtu 22 Maret 2014.
Anas mendapatkan salah satu penghargaan untuk kategori Democracy Award yang diselenggarakan salah satu situs media online.
Dalam penerapan aturan, Anas mengaku lebih menekankan aspek budaya bukan sanksi. Anas berharap seluruh warga Banyuwangi dapat lepas sepenuhnya dari buah-buahan impor. Bahkan, Banyuwangi berhasil mengekspor buah Manggis ke Jepang.
"PNS ini elite di kelas lokal. Ada 17 ribu orang. Kalau PNS enggak beli buah impor, masak orang kampung pakai buah impor? Kami jangan dorong sanksi, tapi budaya," ujarnya.
(dam)