Pemenang Konvensi Demokrat belum tentu jadi capres
Sabtu, 22 Maret 2014 - 20:12 WIB
Pemenang Konvensi Demokrat belum tentu jadi capres
A
A
A
Sindonews.com - Peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat tidak semerta menjadi calon presiden. Pasalnya, pengusungan calon presiden masih tergantung dari perolehan suara Pemilu Legislatif 9 April 2014 nanti.
Hal itu disampaikan disampaikan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman usai diskusi Polemik Sindo Trijaya di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (22/3/2014).
"Kenapa demikian? Pada saat Demokrat memenangkan pemilu, otomatis pemenang konvensi menjadi capres. Tapi pada saat Partai Demokrat belum atau tidak memenangkan pileg belum tentu," kata Hayono.
Hayono menuturkan, jika Demokrat memenangkan pemilu dengan perolehan 20 persen suara, maka secara otomatis pemenang konvensi jadi capres. Tapi kalau perolehan suara di bawah 20 persen, maka Demokrat harus berkoalisi dengan partai lain.
Anggota Komisi I DPR RI mengatakan, peluang Demokrat berkoalisi dengan partai lain ditentukan oleh pemilu legislatif. Hayono juga melihat partai-partai masih menunggu pileg untuk menentukan arah koalisi.
"Jadi dilihat tergantung dengan siapa berkoalisi. Misalnya, dengan partai a, bisa dengan peserta konvensi yang ranking 2 atau 3, dengan partai b mungkin dengan peserta konvensi yang ranking 1," jelasnya.
Hal itu disampaikan disampaikan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman usai diskusi Polemik Sindo Trijaya di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (22/3/2014).
"Kenapa demikian? Pada saat Demokrat memenangkan pemilu, otomatis pemenang konvensi menjadi capres. Tapi pada saat Partai Demokrat belum atau tidak memenangkan pileg belum tentu," kata Hayono.
Hayono menuturkan, jika Demokrat memenangkan pemilu dengan perolehan 20 persen suara, maka secara otomatis pemenang konvensi jadi capres. Tapi kalau perolehan suara di bawah 20 persen, maka Demokrat harus berkoalisi dengan partai lain.
Anggota Komisi I DPR RI mengatakan, peluang Demokrat berkoalisi dengan partai lain ditentukan oleh pemilu legislatif. Hayono juga melihat partai-partai masih menunggu pileg untuk menentukan arah koalisi.
"Jadi dilihat tergantung dengan siapa berkoalisi. Misalnya, dengan partai a, bisa dengan peserta konvensi yang ranking 2 atau 3, dengan partai b mungkin dengan peserta konvensi yang ranking 1," jelasnya.
(hyk)