Srikandi Hanura tingkatkan keterampilan guru Paud
Kamis, 13 Maret 2014 - 17:15 WIB
Srikandi Hanura tingkatkan keterampilan guru Paud
A
A
A
Sindonews.com - Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Daerah Pemilihan Jabar VI (Depok-Bekasi), Ratna Ariani bersama caleg DPRD Kota Depok dapil Beji, Cinere, Limo, Ade Irfa Adhaini memberikan pelatihan pada ratusan guru pendidikan dasar usia dini (Paud).
Sekira 140 guru Paud di Kecamatan Beji, Depok mengikuti pelatihan yang dibimbing oleh tenaga ahli di bidang pendidikan. Mereka mendapat pelatihan mulai dari materi pengenalan lagu anak-anak, melatih gerakan motorik anak hingga pelatihan psikologis menghadapi anak-anak. Pelatihan digelar di Yayasan Tarbiyah Islamiyah di Jalan Kembang Lio, Beji, Depok.
Pelatihan guru Paud ini dimaksudkan agar para guru memiliki keterampilan dalam mendidik anak yang mengenyam pendidikan usia dini. Mengingat, guru Paud di Depok saat ini masih minim pelatihan.
Mereka biasanya hanyalah tenaga sukarela yang merasa prihatin atas pendidikan anak usia dini. Sehingga para guru Paud berinisiatif membentuk kelompok sebagai wadah bermain anak dan sosialisasi.
“Karena berangkat dari keprihatinan maka keterampilan mereka menjadi nomor dua. Karena yang utama adalah kepedulian mereka dulu terhadap anak-anak,” kata Ratna usai acar Hanura Peduli Paud di Depok, Kamis (13/3/2014).
Diakuinya, dari informasi yang diterima, guru Paud di Depok memang minim pelatihan. Sebagai bentuk kepedulian, dirinya bersama caleg Kota Depok pun menggelar pelatihan tersebut.
Ratna menuturkan, guru Paud saat ini tidak dipersiapkan secara matang. Mereka tidak dibekali pelatihan atau memiliki keterampilan untuk mendidik anak-anak.
“Karena mereka umumya swadaya dan swadana sehingga keterampilan menjadi hal kedua. Dan hingga kini guru PAUD belum mendapat perhatian,” ungkap Ratna.
Perhatian pemerintah saat ini baru di tingkat pendidikan formal dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Untuk itu, dirinya ingin memberikan peningkatan keterampilan pada guru Paud di Depok.
“Materi yang diberikan pengenalan lagu beserta gerakan. Jadi nanti mereka bisa menerapkan di Paud masing-masing. Kita juga ingin mengenalkan kembali lagu anak yang dulu populer tapi sekarang tergerus oleh lagu orang dewasa,” tukasnya.
Sementara itu, Ade Irfa Adhiani atau yang akrab disapa Dea menuturkan, sebagai tenaga pendidik dirinya berharap ke depan Depok bisa menuju kota yang mengedepankan pendidikan usia dini. Dengan demikian, anak-anak bisa siap untuk mengenyam pendidikan di sekolah dasar.
“Jadi guru SD tidak kewalahan untuk mendidik mereka. Karena dari hasil penelitian, anak yang mengenyam pendidikan dasar bisa lebih mudah bersosialisasi,” katanya.
Hanura Peduli Paud, kata dia, merupakan kegiatan yang pertama kali digelar di Depok. Jika nanti respon dan hasilnya bagus, dia dan Ratna akan menggelar pelatihan yang sama di lokasi lain.
“Bisa saja nanti digelar lomba Paud. Kita ingin Paud lebih kreatif,” tutupnya.
Sekira 140 guru Paud di Kecamatan Beji, Depok mengikuti pelatihan yang dibimbing oleh tenaga ahli di bidang pendidikan. Mereka mendapat pelatihan mulai dari materi pengenalan lagu anak-anak, melatih gerakan motorik anak hingga pelatihan psikologis menghadapi anak-anak. Pelatihan digelar di Yayasan Tarbiyah Islamiyah di Jalan Kembang Lio, Beji, Depok.
Pelatihan guru Paud ini dimaksudkan agar para guru memiliki keterampilan dalam mendidik anak yang mengenyam pendidikan usia dini. Mengingat, guru Paud di Depok saat ini masih minim pelatihan.
Mereka biasanya hanyalah tenaga sukarela yang merasa prihatin atas pendidikan anak usia dini. Sehingga para guru Paud berinisiatif membentuk kelompok sebagai wadah bermain anak dan sosialisasi.
“Karena berangkat dari keprihatinan maka keterampilan mereka menjadi nomor dua. Karena yang utama adalah kepedulian mereka dulu terhadap anak-anak,” kata Ratna usai acar Hanura Peduli Paud di Depok, Kamis (13/3/2014).
Diakuinya, dari informasi yang diterima, guru Paud di Depok memang minim pelatihan. Sebagai bentuk kepedulian, dirinya bersama caleg Kota Depok pun menggelar pelatihan tersebut.
Ratna menuturkan, guru Paud saat ini tidak dipersiapkan secara matang. Mereka tidak dibekali pelatihan atau memiliki keterampilan untuk mendidik anak-anak.
“Karena mereka umumya swadaya dan swadana sehingga keterampilan menjadi hal kedua. Dan hingga kini guru PAUD belum mendapat perhatian,” ungkap Ratna.
Perhatian pemerintah saat ini baru di tingkat pendidikan formal dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Untuk itu, dirinya ingin memberikan peningkatan keterampilan pada guru Paud di Depok.
“Materi yang diberikan pengenalan lagu beserta gerakan. Jadi nanti mereka bisa menerapkan di Paud masing-masing. Kita juga ingin mengenalkan kembali lagu anak yang dulu populer tapi sekarang tergerus oleh lagu orang dewasa,” tukasnya.
Sementara itu, Ade Irfa Adhiani atau yang akrab disapa Dea menuturkan, sebagai tenaga pendidik dirinya berharap ke depan Depok bisa menuju kota yang mengedepankan pendidikan usia dini. Dengan demikian, anak-anak bisa siap untuk mengenyam pendidikan di sekolah dasar.
“Jadi guru SD tidak kewalahan untuk mendidik mereka. Karena dari hasil penelitian, anak yang mengenyam pendidikan dasar bisa lebih mudah bersosialisasi,” katanya.
Hanura Peduli Paud, kata dia, merupakan kegiatan yang pertama kali digelar di Depok. Jika nanti respon dan hasilnya bagus, dia dan Ratna akan menggelar pelatihan yang sama di lokasi lain.
“Bisa saja nanti digelar lomba Paud. Kita ingin Paud lebih kreatif,” tutupnya.
(kri)