KPU Jabar libatkan MUI untuk tekan Golput
Rabu, 12 Maret 2014 - 16:46 WIB
KPU Jabar libatkan MUI untuk tekan Golput
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menekan angka golongan putih alias golput pada Pemilu 2014. MUI akan dihadirkan dalam karnaval di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, 15 Maret mendatang.
"Ini pertama kalinya kita melibatkan MUI untuk mengimbau masyarakat agar tidak golput," kata Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, Rabu (12/3/2014).
Dalam karnaval nanti, Ketua MUI Jawa Barat, Hafidz Ustman, akan memberi ceramah di hadapan para kader parpol, petinggi parpol, calon anggota DPD, dan masyarakat.
"Insya Allah nanti MUI juga akan membacakan fatwa soal golput yang haram," ucapnya.
Lewat pembacaan fatwa itu, mereka yang hadir diharapkan menyampaikannya lagi ke masyarakat. Sehingga angka golput bisa ditekan seminimal mungkin.
"Persoalan golput ini harus disikapi serius. Bayangin saja, di Kabupaten Cirebon misalnya, pada pilbup terakhir angka partisipasi masyarakatnya hanya 46 persen," jelasnya.
Dengan dilibatkannya MUI, KPU Jawa Barat optimistis partisipasi publik akan meningkat. Dalam saat bersamaan, KPU dan semua pihak terkait juga harus kerja keras melakukan sosialisasi ke masyarakat soal pentingnya menggunakan hak pilih. "Saya optimis angka golput akan turun," ungkap Yayat.
Anggota KPU Jawa Barat, Nina Yuningsih, mengatakan dilibatkannya MUI itu adalah inisiatif KPU Jawa Barat. "Jadi ini bukan instruksi dari KPU Pusat," ucapnya.
Selain memaparkan soal fatwa haram golput, menurutnya MUI juga akan memberi pencerahan pada peserta pemilu agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Disinggung soal angka golput di Jawa Barat, Nina mengakui jumlahnya masih tinggi. Berkaca pada hasil Pilgub 2013, angka golput berada di atas 30 persen. Bahkan ada beberapa pilkada di Jawa Barat yang angka golputnya di atas 50 persen.
"Kami berharap angka golput pada pemilu nanti berkurang, mudah-mudahan di bawah 30 persen," pungkasnya.
"Ini pertama kalinya kita melibatkan MUI untuk mengimbau masyarakat agar tidak golput," kata Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, Rabu (12/3/2014).
Dalam karnaval nanti, Ketua MUI Jawa Barat, Hafidz Ustman, akan memberi ceramah di hadapan para kader parpol, petinggi parpol, calon anggota DPD, dan masyarakat.
"Insya Allah nanti MUI juga akan membacakan fatwa soal golput yang haram," ucapnya.
Lewat pembacaan fatwa itu, mereka yang hadir diharapkan menyampaikannya lagi ke masyarakat. Sehingga angka golput bisa ditekan seminimal mungkin.
"Persoalan golput ini harus disikapi serius. Bayangin saja, di Kabupaten Cirebon misalnya, pada pilbup terakhir angka partisipasi masyarakatnya hanya 46 persen," jelasnya.
Dengan dilibatkannya MUI, KPU Jawa Barat optimistis partisipasi publik akan meningkat. Dalam saat bersamaan, KPU dan semua pihak terkait juga harus kerja keras melakukan sosialisasi ke masyarakat soal pentingnya menggunakan hak pilih. "Saya optimis angka golput akan turun," ungkap Yayat.
Anggota KPU Jawa Barat, Nina Yuningsih, mengatakan dilibatkannya MUI itu adalah inisiatif KPU Jawa Barat. "Jadi ini bukan instruksi dari KPU Pusat," ucapnya.
Selain memaparkan soal fatwa haram golput, menurutnya MUI juga akan memberi pencerahan pada peserta pemilu agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Disinggung soal angka golput di Jawa Barat, Nina mengakui jumlahnya masih tinggi. Berkaca pada hasil Pilgub 2013, angka golput berada di atas 30 persen. Bahkan ada beberapa pilkada di Jawa Barat yang angka golputnya di atas 50 persen.
"Kami berharap angka golput pada pemilu nanti berkurang, mudah-mudahan di bawah 30 persen," pungkasnya.
(lns)