KPU kurang tertarik media sosial untuk jaring pemilih pemula
Sabtu, 22 Februari 2014 - 05:02 WIB
KPU kurang tertarik media sosial untuk jaring pemilih pemula
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel terkesan tidak tertarik menggunakan media sosial sebagai sarana untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2014.
KPU Sulsel bahkan tidak memiliki program khusus sosialisasi lewat media sosial baik lewat facebook ataupun twetter. Penyelenggara merasa, sosialisasi yang dilaksanakan melalui baliho di seluruh desa/kelurahan, serta pertemuan langsung dengan calon pemilih sudah efektif.
Kendati demikian, Anggota KPU Sulsel Faisal Amir menolak jika pihaknya mengabaikan media sosial untuk bersosialisasi.
Menurut dia KPU telah merekrut relawan demokrasi sebanyak 500 orang yang disebar masing-masing 25 orang di setiap kabupaten/kota. Relawan tersebut dikontrak selama empat bulan dan telah bekerja sejak 1 Januari lalu.
“Relawan demokrasi diminta bersosialisasi dengan menggunakan multi sarana. Mungkin juga nanti termasuk di media sosial,” terang dia.
Dia menambahkan, pihaknya saat ini menggencarkan sosialisasi partisipasi pemilu di kampus-kampus Perguruan Tinggi di Makassar. Sosialisasi di kampus lebih kepada upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemula dan kalangan intelektual yang selama ini banyak golput.
Sedangkan sosialisasi untuk kalangan pemilih siswa SMA, diserahkan kepada masing-masing KPU kabupaten/kota. KPU kabupaten/kota juga diminta memanfaatkan kegiatan-kegiatan pemerintah setempat untuk bersosialisasi pemilih. Seperti KPU Makassar yang berpartisipasi dalam pawai Cap Go Meh.
Seperti diberitakan, Praktisi Teknologi Informasi, Hidayat Nahwi Rasul menyindir KPU karena tidak menggunakan media sosial dalam bersosialisasi. Dia menyebut, media sosial tidak dilirik karena tidak ada anggaran khususnya.
KPU Sulsel bahkan tidak memiliki program khusus sosialisasi lewat media sosial baik lewat facebook ataupun twetter. Penyelenggara merasa, sosialisasi yang dilaksanakan melalui baliho di seluruh desa/kelurahan, serta pertemuan langsung dengan calon pemilih sudah efektif.
Kendati demikian, Anggota KPU Sulsel Faisal Amir menolak jika pihaknya mengabaikan media sosial untuk bersosialisasi.
Menurut dia KPU telah merekrut relawan demokrasi sebanyak 500 orang yang disebar masing-masing 25 orang di setiap kabupaten/kota. Relawan tersebut dikontrak selama empat bulan dan telah bekerja sejak 1 Januari lalu.
“Relawan demokrasi diminta bersosialisasi dengan menggunakan multi sarana. Mungkin juga nanti termasuk di media sosial,” terang dia.
Dia menambahkan, pihaknya saat ini menggencarkan sosialisasi partisipasi pemilu di kampus-kampus Perguruan Tinggi di Makassar. Sosialisasi di kampus lebih kepada upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemula dan kalangan intelektual yang selama ini banyak golput.
Sedangkan sosialisasi untuk kalangan pemilih siswa SMA, diserahkan kepada masing-masing KPU kabupaten/kota. KPU kabupaten/kota juga diminta memanfaatkan kegiatan-kegiatan pemerintah setempat untuk bersosialisasi pemilih. Seperti KPU Makassar yang berpartisipasi dalam pawai Cap Go Meh.
Seperti diberitakan, Praktisi Teknologi Informasi, Hidayat Nahwi Rasul menyindir KPU karena tidak menggunakan media sosial dalam bersosialisasi. Dia menyebut, media sosial tidak dilirik karena tidak ada anggaran khususnya.
(hyk)