PKS sebut golput tak bisa dipidana

Senin, 17 Februari 2014 - 13:39 WIB
PKS sebut golput tak...
PKS sebut golput tak bisa dipidana
A A A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfud Siddiq menegaskan, ajakan untuk menjadi golongan putih (golput) tak bisa dipidana saat Pemilu 2014.

Ia menyampaikan, ajakan pemilih golput ada, karena kecewa dengan hasil pemerintah maupun anggota dewan. Sehingga mereka yang golput tak bisa diberi sanksi pidana.

"Begitu juga kalau orang kampanye golput karena ekspresi kekecewaan, juga tidak pantas dikenakan sanksi," kata Mahfud di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2014).

Kata Mahfud, mereka baru bisa dijatuhi hukuman pidana, jika dalam mengajak orang untuk memilih golput, dilandasi dengan pemaksaan dan sikap anarkisme.

"Kecuali sudah menunjukkan anarkisme. Masa kita hukum orang yang kecewa, kecuali mereka melakukan anarkisme. Atau pada hari H (pencoblosan) mereka memaksa orang tidak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), itu pidana," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR ini menyampaikan, golput bagian dari hak politik seseorang, sehingga tidak bisa dijatuhi hukuman. Ia menyadari, tingkat pemilih di Tanah Air menurun. Namun hal serupa juga biasa terjadi di negara demokrasi maju lainnya.

"Tingkat partisipasi memilih di negara demokrasi maju, tingkat pemilih cenderung menurun. Dalam Indonesia bukan sedikit," terangnya

Golput terancam pidana!
Pemidanaan Golput tak punya dasar hukum
Ajak golput, ganjarannya pidana
Golput dipidanakan, peradaban Indonesia terbelakang
(maf)
Berita Terkait
H-1 Coblosan, Warga...
H-1 Coblosan, Warga Satu Desa Ini Pilih Golput di Pilkada Konawe Selatan, Ada Apa?
Jelang Pemilu 2024,...
Jelang Pemilu 2024, Anak Muda Tidak Boleh Golput dan Asal Pilih Pemimpin
Di Webinar Perindo,...
Di Webinar Perindo, Pemilih Pemula Ini Ajak Masyarakat Jangan Golput
Pandemi COVID-19 Berpotensi...
Pandemi COVID-19 Berpotensi Picu Tingginya Golput di Pilkada, Apa Solusinya?
Jumlah Golput di Pilkada...
Jumlah Golput di Pilkada Jakarta Tinggi, Partisipasi Pemilih Hanya 50-60 Persen
Denny JA Ungkap Angka...
Denny JA Ungkap Angka Golput di 7 Provinsi Terbesar pada Pilkada 2024, Tertinggi DKI
Berita Terkini
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved