Soal pencari suaka, pemerintah nilai Australia tak terpuji

Senin, 10 Februari 2014 - 20:36 WIB
Soal pencari suaka,...
Soal pencari suaka, pemerintah nilai Australia tak terpuji
A A A
Sindonews.com - Istana menegaskan pemerintah Indonesia tidak diam menanggapi sikap pemerintah Australia yang seringkali menyalahkan negara transit pengungsi dan pencari suaka atau boat people (manusia perahu).

"Saya rasa tidak diam ya. Kita sudah secara jelas sampaikan ketidaksukaan kita atas tindakan-tindakan yang dalam kerangka, Australia menjadi pihak di konvensi refugee adalah tidak terpuji," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Seperti diketahui, Australia merupakan negara yang melakukan penandatangan konvensi perlindungan pengungsi atau UNHCR Refugee Convention tahun 1951.

"Indonesia bukanlah negara pihak konvensi. Tapi kita dalam adanya mereka yang ingin mencari suaka tiba di Indonesia, kita menerapkan kebijakan, tidak memulangkan," katanya.

Jadi, kata dia, walaupun Indonesia bukan termasuk penandatangan konvensi perlindungan pengungsi atau UNHCR Refugee Convention tahun 1951 itu, namun menerapkan prinsip-prinsip dalam konvensi tersebut dalam menangani para pengungsi atau manusia perahu.

"Australia harusnya berkaca atas tindakannya dalam komitmen di konvensi tersebut," ungkapnya.

Menurut dia, sikap Australia yang seringkali cenderung menyalahkan negara transit pengungsi itu sebenarnya menciderai posisi Australia sebagai negara penandatangan konvensi tersebut.

"Jadi langkah-langkah tersebut, tentunya tidak mencerminkan suatu keinginan untuk menyelesaikan masalah itu secara regional sebagaimana menjadi posisi Indonesia dan Australia selama ini," katanya.

Baca berita:
Perlu trik khusus atasi pencari suaka
(kri)
Berita Terkait
Miris! Perdagangan Manusia...
Miris! Perdagangan Manusia Berkedok Warung Kopi, 18 Wanita Disekap
Penyelundup Manusia...
Penyelundup Manusia Manfaatkan Krisis Global Saat Pandemi Covid-19
Polda Kepri Selamatkan...
Polda Kepri Selamatkan 5 Wanita yang Dijadikan Penari Antarpulau
Bocah Diculik-Ditukar...
Bocah Diculik-Ditukar Tabung Gas Bisa Masuk Kategori Perdagangan Manusia
Viral WNI Disekap di...
Viral WNI Disekap di Myanmar, Keluarga Minta Pemerintah Pulangkan Korban
Peringatan Hari Anti...
Peringatan Hari Anti Perdagangan Manusia Dunia
Berita Terkini
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved