Antisipasi kerawanan, Polda Jateng prioritaskan semua daerah

Minggu, 09 Februari 2014 - 17:23 WIB
Antisipasi kerawanan,...
Antisipasi kerawanan, Polda Jateng prioritaskan semua daerah
A A A
Sindonews.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah siap melakukan pengamanan gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Secara menyeluruh semua persiapan pengamanan pemilu sudah matang.

"Berbagai kemungkinan gangguan keamanan harus kita waspadai dan kita antisipasi. Kita sudah melakukan pemetaan, Polda Jateng memiliki sejumlah sasaran penanganan, termasuk adanya potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata di setiap tahapan pemilu," jelas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno usai apel kesiapan satgas MTA di Alun-alun Keraton Surakarta,Jawa Tengah, Minggu (9/2/2014).

Untuk mengantisipasi kerawanan, Polda Jateng siap menerjunkan dua per tiga kekuatan yang dimiliki. Nantinya kekuatan Polda Jateng tersebut akan disebarkan ke 77 ribu lebih tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Jawa Tengah.

Sedangkan ambang gangguan pemilu meliputi distribusi logistik, kampanye, money politics, unjuk rasa, penetapan hasil pemilu, dan pelantikan anggota dewan serta pasangan capres-cawapres.

Dalam pengamanan tersebut, Polda Jateng menerapkan pola kemananan yang terbagi atas pola rawan 1 dan pola rawan 2. Begitu juga untuk pola aman, Polda pun menerapkan pola aman 1 dan pola aman 2.

Hanya saja, Kapolda tidak membeberkan pola rawan 1 dan pola rawan 2 tersebut seperti apa. Kapolda hanya membeberkan untuk pola aman 1 dan pola aman dua yaitu 2 polisi bertugas mengamankan 18 TPS. Menyangkut Pilpres, Polda Jateng juga telah melakukan persiapan pada tahapan-tahapannya. Bahkan, pengamanannya telah disiapkan hingga dua putaran.

Peredaran uang palsu juga menjadi perhatian Polda Jawa Tengah. Sebab tak menutup kemungkinan peredaran uang palsu marak terjadi di Jawa Tengah jelang Pileg dan Pilpres.

Kapolda meminta agar masyarakat lebih berhati-hati serta langsung melaporkannya bila mengetahui adanya uang palsu yang beredar. Dengan laporan tersebut, pihak kepolisian bisa dengan cepat melacak peredarannya.

Kapolda juga tidak memprioritaskan satu daerah yang dianggap rawan. Menjelang Pilpres dan Pileg ini semua daerah di Jawa Tengah menjadi prioritasnya. Sebab gangguan nyata terdiri atas unjuk rasa anarkis, aksi terorisme, sampai kejahatan konvensional dan transnasional bisa saja terjadi di Jawa Tengah.

"Semua sama kita perhatikan merata. Dan kita terus melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh pemuka agama serta ormas yang ada di daerah. Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada ormas dan organisasi keagamaan yang mau membantu kita. Dengan keterbatasan jumlah personel, bantuan tenaga pengamanan dari seluruh lapisan masyarakat sangat kita butuhkan untuk suksesnya pemilu," pungkasnya.
(hyk)
Berita Terkait
Kabaharkam Polri Cek...
Kabaharkam Polri Cek Kesiapan Fungsi Sabhara Jajaran Polda Jateng
Metode Quick Count,...
Metode Quick Count, Real Count, dan Exit Poll dalam Pemilu 2024
Polda Jateng Kerahkan...
Polda Jateng Kerahkan Puluhan Ribu Personel Amankan Pemungutan Suara Pemilu 2024
Polisi dan Massa Pendemo...
Polisi dan Massa Pendemo Terlibat Bentrok di KPUD Jaksel
Simulasi Pengamanan...
Simulasi Pengamanan Pemilu di Bandung
Gelar Pasukan, Kapolri...
Gelar Pasukan, Kapolri Siapkan Strategi Pengamanan Pemilu 2024
Berita Terkini
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved