KPU didesak tak ikut sertakan Demokrat di Pemilu 2014

Jum'at, 24 Januari 2014 - 17:53 WIB
KPU didesak tak ikut...
KPU didesak tak ikut sertakan Demokrat di Pemilu 2014
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) didesak untuk tidak mengikutsertakan Partai Demokrat sebagai peserta Pemilu 2014. Desakan tersebut dilontarkan oleh salah seorang kader Partai Demokrat Andar Situmorang.

Hari ini, Andar mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Dia menyerahkan sejumlah berkas dari pengadilan.

Kedatangannya tersebut, terkait gugatannya pada 29 Juli 2005 yang silam. Saat itu, dia menggugat panitia Kongres I di Bali, yang dinilainya tidak melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat dan peraturan Tata Tertib Kongres. Sehingga, akibatnya, hasil Kongres Partai Demokrat saat itu cacat hukum.

Sejumlah pihak yang digugat dalam hal ini adalah Penanggung Jawab Kongres Subur Budhi Santoso, Ketua Panitia Penyelenggara Kongres Ahmad Mubarok, Ketua SC Kongres Irzan Tanjung, Ketua OC Kongres Sys NS dan Pimpinan Sidang Kongres Marcus Selano.

Andar mengatakan, ternyata gugatan tersebut hingga saat ini masih dalam proses upaya hukum Kasasi dan belum mempunyai kepastian hukum (inkracht).

"Maka seandainya Negara Kesatuan Republik Indonesia masih negara hukum yang tunduk kepada hukum. Secara tegas kami minta pada pimpinan KPU untuk turut menghormati hukum resmi menyatakan menetapkan Partai Demokrat masih dalam status quo dan dinyatakan tidak turut menjadi peserta Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 demi tegaknya hukum," tutur Andar Situmorang di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2014).

Saat mengajukan gugatan itu, Andar tak sendiri. Dia bersama Akbar Faizal, yang kini sebagai politikus Partai Nasdem. Ia menambahkan, saat itu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Amir Syamsuddin ditunjuk sebagai kuasa hukum pihak tergugat.

"Amir Syamsuddin dan anaknya, itu mereka masuk ke Partai Demokrat ini hadiah jadi pengacaranya Partai Demokrat," tuturnya.

Baca berita:
Paranoid, bukti Demokrat belum matang kelola kekuasaan
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved