Wamenag bantu pemulusan pemenang lelang Alquran

Senin, 06 Januari 2014 - 18:35 WIB
Wamenag bantu pemulusan...
Wamenag bantu pemulusan pemenang lelang Alquran
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar yang dulu menjabat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) disebut membantu upaya pemulusan pemenang lelang proyek pengadaan Alquran tahun anggaran (TA) 2011.

Anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antonius Budi Satria menuturkan, pada TA 2011 anggaran pengadaan Alquran sebesar Rp22.857.000.000. Sementara pada 2012 anggarannya Rp59.375.000.000.

Sebelum proses lelang pengadaan Alquran 2011 ada serangkaian pertemuan. Sekira Juli atau Agustus 2011, Zulkarnaen selaku anggota Komisi VII dan Banggar DPR yang berperan memperjuangkan anggaran Kemenag memanggil Fahd ke ruang kerjanya dan menginformasikan kepada Fahd, Dendy, Vasco Rusemy, Syamsurachman, dan Rizky Moelyoputro bahwa ada dana on top yang akan dikucurkan pada Kemenag.

"Zulkarnaen menyuruh Fahd dan Dendy mengecek di Ditjen Bimas Islam dan meminta Fahd menjadi calo pengurusan anggaran proyek yang dikerjakan Kemenag. Serta memperjuangkan agar dapat dikerjakan perusahaan yang dibawa Fahd," kata Jaksa Antonius di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (6/1/14).

Selanjutnya, Fahd bersama-sama Dendy, Vasco, Syamsurachman, dan Rizky ke kantor Ditjen Bimas Islam dan bertemu Nasaruddin Umar selaku Dirjen Bimas Islam, Sesdirjen Bimas Islam Abdul Karim, dan terdakwa Ahmad Jauhari, di ruang kerja Nasaruddin.

Singkat cerita, Fahd meminta kepada tiga pejabat itu bahwa pengerjaan pengadaan Alquran 2011 diserahkan kepada Fahd dan kawan-kawan selaku utusan Zulkarnaen Djabar. Fahd mengaku bersedia melengkapi semua administrasi yang diperlukan.

"Saat itu Nasaruddin Umar, Abdul Karim, dan Terdakwa mengatakan siap membantu pelaksanaan proyek tersebut. Kemudian Fahd meminta nomor handphone tiga pejabat itu, dan Mashuri," urainya.

Setelah pertemuan itu Fahdi dan kawan-kawan (dkk) beranjak pulang. Tetapi di depan lift bertemu lagi dengan terdakwa Ahmad Jauhari. Terdakwa mengatakan, dirinya akan mengurus teknis di lapangan untuk pekerjaan yang diurus Fahd dan kawan-kawan.

Selain pertemuan di atas, sekira Agustus 2011 Fahd dkk kembali melakukan pertemuan dengan Nasaruddin, Abdul Karim, dan Jauhari pada acara di Hotel Bidakara dengan tujuan memastikan pengerjaan Alquran 2011.

Pada pertemuan tersebut, datang juga Ali Djufrie yang diperkenalkan oleh terdakwa Jauhari kepada Nasaruddin dengan mengatakan, "Ini Pak perusahaan pemenang sebelumnya", sebagai calon pemenang 2011. Kemudian Nasaruddin mengatakan, "ya baguslah kalau yang ngerjain Alquran itu muslim, kalau nonmuslim agak repot nanti".

Selanjutnya, Fahd melihat dan mendengar Jauhari menyampaikan kepada Ali Djufri agar mempersiapkan segala sesuatu. "Untuk ikut pelelangan," ungkapnya.

Jauhari pada 16 September 2011 pernah memerintahkan Ketua Tim Unit Layanan Pengadaan (ULP) Mashuri untuk menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan daftar spesifikasi barang. Tapi tim tidak mampu. Kemudian atas perintah Jauhari, Mashuri menghubungi Ali Djufrie.

Dalam proses lelang, ada enam perusahaan yang memasukan penawaran, PT Macanan Jaya Cemerlang (MJC), CV Ananda, Fa Menara Kudus, PT Panja Simpati, CV Kathoda, PT Mizam Bunaya Kreativa, dan PT A3I. Dari penawaran, PT MJC menempato urutan pertama dan PT A3I menempati urutan kedua.

"Merasa tidak puas di urutan kedua, Dendy kemudian menghubungi Zulkarnaen dan memintanya agar memberitahu Nasaruddin bahwa PT A3I digeser menjadi nomor dua, sedangkan PT MJC dimiliki nonmuslim," ucapnya.

Kemudian, Zulkarnaen menghubungi Nasaruddin. Selanjutnya, Nasaruddin meminta Fahd untuk bertemu langsung Mashuri. Selain itu Zulkarnaen juga meminta Nasaruddin agar memberi sinyal kepada Mashuri dan Nasaruddin mengatakan "iya".

Dalam rangka memenangkan PT A3I, sesuai permintaan Zulkarnaen yang telah disetujui Nasaruddin, Mashuri, Abdul Karim, dan Jauhari kemudian dilakukan pertemuan dengan perwakilan dua perusahaan tadi.

"Selanjutnya pada 11 Oktober 2011 terdakwa Ahmad Jauhari selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan PT A3I sebagai pemenang lelang pengadaan Alquran 2011," tandasnya.

Baca berita:
Ahmad Jauhari bantah sebagai otak korupsi Alquran
(kri)
Berita Terkait
PT Semen Tonasa Bantu...
PT Semen Tonasa Bantu Pengadaan Alquran Braille untuk Tunanetra
KPK Koordinasi Penanganan...
KPK Koordinasi Penanganan Korupsi Benih Bawang Merah di NTT
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi MAN Model 1 Manado Segera Disidangkan
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101 Jhon Irfan Kenway
Mantan Kepala BIG Tersangka...
Mantan Kepala BIG Tersangka Korupsi Pengadaan Citra Satelit
Tersangka Korupsi Damkar...
Tersangka Korupsi Damkar Depok Bertambah, PNS Pejabat Pengadaan
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved