Cegah alih fungsi, Kemenhut integrasikan data hutan

Senin, 16 Desember 2013 - 19:00 WIB
Cegah alih fungsi, Kemenhut...
Cegah alih fungsi, Kemenhut integrasikan data hutan
A A A
Sindonews.com - Menyadari pentingnya peran kawasan hutan Indonesia dalam menjaga pertersediaan air dan pengembangan energi, pemerintah berencana melakukan pengintegrasian data kehutanan berbasis teknologi citra satelit.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap hutan sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Hutan Indonesia tidak hanya menghasilkan kayu, tapi juga mampu menyediakan lahan untuk pertanian, sumber pangan, air dan energi demi kedaulatan dan kemandirian bangsa. Selain untuk memonitor kawasan hutan, hal itu dilakukan untuk menjaga kawasan hutan agar tidak beralih fungsi,” ujar Direktur Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Bambang Soepijanto, di Yogyakarta, Senin (16/12/2013).

Saat menghadiri dies natalis UPN Veteran Yogyakart ke-55, Bambang menuturkan, program tersebut akan dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan aspek ekologi, ekonomi dan sosial budaya.

Menurutnya, dengan menggunakan One Map Policy (OMP), data kehutanan Indonesia akan diintegrasikan melalui teknologi citra satelit berresolusi tinggi. Modal penguasaan lahan hutan yang dimiliki pemerintah sendiri, saat ini mencapai 130juta hektar atau hampir 70 persen dari daratan Indonesia.

“Ke depan, peranan hutan akan coba kami tingkatkan. Kami berupaya akan menjadikan hutan sebagai penopang hidup demi mewujudkan kecukupan pangan, ketersediaan energi dan air yang dinilai lebih penting dan strategis. Kami sendiri akan meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, ESDM dan PU demi singkrinosasi pelaksanaan kegiatan di lapangan,” jelasnya.

Diungkapkan Bambang, dari luas total hutan Indonesia, luas hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) saat ini hanya mencapai 18 hektar atau 9,53 persen saja. Padahal, keberadaan HPK tersebut dinilai berperan penting untuk mendukung surplus beras hingga 10juta ton di 2014 mendatang.

“Saat ini, Kementerian Kehutanan telah mencadangkan 307.000 hektar lahan di Kalimantan. Dari luas lahan cadangan tersebut, yang berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan ada sekitar 123.000 hektar,” tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
APHI dan Fakultas Kehutanan...
APHI dan Fakultas Kehutanan USU Bahas Transformasi Industri Kehutanan
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Provinsi Jambi Tempat...
Provinsi Jambi Tempat Percontohan Kehutanan Sosial
Pembersihan Kayu Limbah...
Pembersihan Kayu Limbah Bencana di Aceh dan Sumut Terus Berlanjut
Kemenhut Percepat Pembersihan...
Kemenhut Percepat Pembersihan Pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved