Kericuhan di MK bukti masyarakat belum siap berdemokrasi

Kamis, 14 November 2013 - 17:30 WIB
Kericuhan di MK bukti...
Kericuhan di MK bukti masyarakat belum siap berdemokrasi
A A A
Sindonews.com - Kericuhan di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) disesalkan banyak pihak. Kericuhan itu ditengarai sebagai indikator ketidaksiapan masyarakat dengan sistem demokrasi yang ada saat ini.

"Saya pikir kita belum siap berdemokrasi," kata Otto Hasibun, tim kuasa hukum mantan Ketua MK Akil Mochtar saat dihubungi Sindonews, Kamis (14/11/2013).

Menurutnya, kejadian tersebut memang tidak pernah terjadi sebelumnya. Seharusnya, setiap pasangan calon yang berperkara di MK harus siap kalah dan menang. Setiap massa pendukung harus bisa menahan diri.

"Saya sesalkan, sebenarnya bagi saya itu sebagai peringatan, pemohon maupun yang lain kalau ada persidangan harus bisa mengendalikan massanya," tukasnya.

Seperti diberitakan, putusan sengketa Pemilukada Provinsi Maluku di Gedung Mahkamah Konstitusi berakhir ricuh. Puluhan pendukung salah satu calon pasangan gubernur dan wakil gubernur merangsek masuk ke ruang sidang dan nyaris menghajar majelis hakim.

Kerusuhan yang terjadi sekira puku 11.30 WIB tadi siang, bermula saat beberapa pendukung salah satu pasangan calon berteriak-teriak di luar ruang sidang, Lantai 2, Gedung MK, saat majelis hakim konstitusi menggelar sidang putusan sengketa ulang Pemilukada Provinsi Maluku.

Hanya beberapa menit, puluhan massa merangsek masuk ke ruang sidang. Mereka pun mengejar majelis hakim. Para majelis hakim pun berlarian mengamankan diri masing-masing lewat pintu belakang. Sayangnya, pihak aparat kepolisian di Gedung MK hanya sedikit. Aparat nampak tak bisa berbuat apa-apa.
(hyk)
Berita Terkait
Pengukuran Aset Negara...
Pengukuran Aset Negara di Enrekang Sempat Diwarnai Kericuhan
Musda AMPI Sulsel Deadlock,...
Musda AMPI Sulsel Deadlock, DPP Segera Tunjuk Pelaksana Tugas
Viral Pertandingan Futsal...
Viral Pertandingan Futsal Pelajar Ricuh di Bekasi, Polisi Ungkap Penyebabnya
Kericuhan di Posko Penyekatan...
Kericuhan di Posko Penyekatan Suramadu, Ini Penyebabnya
Vaksinasi Massal di...
Vaksinasi Massal di Tempat Wisata Alam Mayang Pekanbaru Ricuh Peserta Pukul Petugas
Pangdam Jaya Duga Kelompok...
Pangdam Jaya Duga Kelompok Anarko di Balik Kericuhan di Jakarta
Berita Terkini
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved