Pantau keamanan, DPR dorong polisi lebih modern
Kamis, 10 Oktober 2013 - 15:29 WIB
Pantau keamanan, DPR dorong polisi lebih modern
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi III DPR Harry Wicaksono mengatakan, polisi harus menjadi polisi modern. Sehingga, tidak perlu lagi dilakukan penjagaan secara manual.
Misalnya dengan menempatkan petugas di suatu titik. Kinerja polisi modern bisa dibantu dengan penambahan close circuit television (CCTV) di pusat keramaian dan jalan protokol.
“Polisi ke depan harus menjadi polisi modern. Realisasi penganggaran CCTV dibutuhkan bukan hanya untuk Jakarta area saja, namun juga di kota-kota besar lain di Indonesia,” kata Harry di Depok, Kamis (10/10/2013).
Dikatakan dia, pihaknya secara bertahap akan mendorong agar kinerja kepolisian menuju pola polisi modern. Anggaran kepolisian yang mencapai Rp43 triliun saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengadaan sarana dan pra sarana.
“Karena lebih besar untuk belanja pegawai. Walaupun anggaran di institusi ini terbesar di penegak hukum,” tegasnya.
Dengan kondisi itu, pengadaan CCTV harus diupayakan keluar dari politik anggaran yakni seperti yang dilakukan Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Dengan adanya CCTV, kata dia, sangat membantu untuk memantau aktivitas warga.
Bahkan tak jarang sejumlah kasus terungkap dengan adanya CCTV. “Di Tokyo saja pengungkapan kasus terbantu karena CCTV. Pola ini perlu diterapkan, namun sekali lagi ini akan dilakukan bertahap,” ujar politikus Partai Demokrat itu.
Hal senada diungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno yang meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah CCTV. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas pengawasan keamanan, seiring dengan meningkatnya kasus kejahatan di ibu kota negara.
Dia berharap, penambahan fasilitas CCTV akan meningkatkan pengawasan keamanan secara efektif dan membuat masyarakat lebih patuh pada peraturan, walaupun tak diawasi polisi. Sementara polisi yang jumlahnya terbatas bisa diarahkan mengawasi keamanan di lokasi yang tak terjangkau kamera CCTV.
“Sudah saatnya Jakarta dan sekitarnya dimonitoring dengan CCTV seperti di kota-kota besar lainnya. Seperti di Singapura, Malaysia, Jepang, jarang ada polisi berdiri di jalanan, tapi masyarakat merasa diawasi karena ada yang melihat gerak-gerik mereka,” tutupnya.
Misalnya dengan menempatkan petugas di suatu titik. Kinerja polisi modern bisa dibantu dengan penambahan close circuit television (CCTV) di pusat keramaian dan jalan protokol.
“Polisi ke depan harus menjadi polisi modern. Realisasi penganggaran CCTV dibutuhkan bukan hanya untuk Jakarta area saja, namun juga di kota-kota besar lain di Indonesia,” kata Harry di Depok, Kamis (10/10/2013).
Dikatakan dia, pihaknya secara bertahap akan mendorong agar kinerja kepolisian menuju pola polisi modern. Anggaran kepolisian yang mencapai Rp43 triliun saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengadaan sarana dan pra sarana.
“Karena lebih besar untuk belanja pegawai. Walaupun anggaran di institusi ini terbesar di penegak hukum,” tegasnya.
Dengan kondisi itu, pengadaan CCTV harus diupayakan keluar dari politik anggaran yakni seperti yang dilakukan Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Dengan adanya CCTV, kata dia, sangat membantu untuk memantau aktivitas warga.
Bahkan tak jarang sejumlah kasus terungkap dengan adanya CCTV. “Di Tokyo saja pengungkapan kasus terbantu karena CCTV. Pola ini perlu diterapkan, namun sekali lagi ini akan dilakukan bertahap,” ujar politikus Partai Demokrat itu.
Hal senada diungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno yang meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah CCTV. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas pengawasan keamanan, seiring dengan meningkatnya kasus kejahatan di ibu kota negara.
Dia berharap, penambahan fasilitas CCTV akan meningkatkan pengawasan keamanan secara efektif dan membuat masyarakat lebih patuh pada peraturan, walaupun tak diawasi polisi. Sementara polisi yang jumlahnya terbatas bisa diarahkan mengawasi keamanan di lokasi yang tak terjangkau kamera CCTV.
“Sudah saatnya Jakarta dan sekitarnya dimonitoring dengan CCTV seperti di kota-kota besar lainnya. Seperti di Singapura, Malaysia, Jepang, jarang ada polisi berdiri di jalanan, tapi masyarakat merasa diawasi karena ada yang melihat gerak-gerik mereka,” tutupnya.
(maf)