Prabowo nilai PT 20 persen akal-akalan parpol besar
Sabtu, 28 September 2013 - 17:19 WIB
Prabowo nilai PT 20 persen akal-akalan parpol besar
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menilai, bahwa ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold (PT) sebesar 20 persen kursi DPR RI, adalah akal-akalan partai politik (parpol) besar.
"Presidential threshold (PT) sebesar 20 persen itu sebenarnya akal-akalan partai besar, yang ingin melanggengkan kekuasaan," ujar Prabowo Subianto, didampingi oleh Budi Purnomo Karjodihardjo, Koordinator Media Centernya saat konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Sabtu (28/9/2013).
Akan tetapi, dia tidak menjelaskan secara gamblang mengenai parpol apa yang dimaksud. Meski demikian, dia menegaskan bahwa besaran ambang batas pencalonan presiden tersebut tidak menjadi masalah bagi Partai Gerindra, meski kadernya yang menjadi penghuni parlemen saat ini tidak begitu banyak. "Kalau tetap 20 persen ya kami confident, tapi kalau turun ya Alhamdulillah," katanya.
Sebelumnya, Fraksi Partai Hanura kembali menegaskan sikapnya terkait presidential threshold sama dengan parliamentary threshold yakni sebesar 3,5 persen suara. Keputusan itu demi memberi keleluasaan bagi masyarakat memilih pemimpin.
Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Saleh Husin mengatakan, pada prinsipnya Hanura tetap pada posisinya yaitu setiap partai yang lolos PT dapat mengajukann capresnya.
Klik di sini untuk berita Presidential threshold tutup peluang capres alternatif.
"Presidential threshold (PT) sebesar 20 persen itu sebenarnya akal-akalan partai besar, yang ingin melanggengkan kekuasaan," ujar Prabowo Subianto, didampingi oleh Budi Purnomo Karjodihardjo, Koordinator Media Centernya saat konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Sabtu (28/9/2013).
Akan tetapi, dia tidak menjelaskan secara gamblang mengenai parpol apa yang dimaksud. Meski demikian, dia menegaskan bahwa besaran ambang batas pencalonan presiden tersebut tidak menjadi masalah bagi Partai Gerindra, meski kadernya yang menjadi penghuni parlemen saat ini tidak begitu banyak. "Kalau tetap 20 persen ya kami confident, tapi kalau turun ya Alhamdulillah," katanya.
Sebelumnya, Fraksi Partai Hanura kembali menegaskan sikapnya terkait presidential threshold sama dengan parliamentary threshold yakni sebesar 3,5 persen suara. Keputusan itu demi memberi keleluasaan bagi masyarakat memilih pemimpin.
Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Saleh Husin mengatakan, pada prinsipnya Hanura tetap pada posisinya yaitu setiap partai yang lolos PT dapat mengajukann capresnya.
Klik di sini untuk berita Presidential threshold tutup peluang capres alternatif.
(stb)