Raden Saleh diusulkan jadi pahlawan nasional

Jum'at, 27 September 2013 - 16:12 WIB
Raden Saleh diusulkan...
Raden Saleh diusulkan jadi pahlawan nasional
A A A
Sindonews.com - Dua lukisan karya Raden Saleh berjudul "Penangkapan Diponegoro" dan "Harimau Minum" selesai direstorasi oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) dan Goethe Institute. Saat ini, kedua lukisan itu telah diserahterimakan kepada pihak istana.

"Yayasan Arsari Djojohadikusmo berterima kasih diberi kesempatan ikut berperan dalam menyelamatkan dari kerusakan lebih parah hasil karya seniman besar Indonesia Raden Saleh,” kata Ketua YAD Hashim Djojohadikusumo, dalam pesan elektroniknya, Jumat (27/9/2013).

Ditambahkan dia, selain tercatat sebagai pionir dari seni lukis modern di Indonesia, Raden Saleh juga sosok yang merintis Kebun Binatang Cikini yang kemudian menjadi Taman Margasatwa Ragunan Jakarta.

“Tidak sedikit kontribusi Raden Saleh bagi bangsa ini. Sudah waktunya dipertimbangkan Raden Saleh menjadi pahlawan nasional sebagai bentuk apresiasi dan rasa hormat memperimbangkan pengajuan Raden Saleh menjadi salah satu pahlawan nasional,” terangnya.

Dia melanjutkan, Istana Kepresidenan memiliki banyak koleksi karya-karya masterpiece Raden Saleh, dan karya pelukis-pelukis lainnya. Untuk merawat benda antik ini, dibutuhkan biaya besar dan ekstra.

"Tidak hanya membutuhkan biaya besar, untuk merawat benda-benda antik ini juga dibutuhkan kecintaan yang tinggi pada seni itu sendiri,” ungkap Wahyuni Kepala Biro Pengelolaan Istana–Sekretariat Presiden Saptantinah," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Goethe Institut Indonesia Franz Xaver Augustin mengatakan, apabila akan diselenggarakan pameran di awal tahun 2014, pihaknya siap mendukung persiapan pameran seperti itu, khususnya untuk karya-karya Raden Saleh yang tiada duanya di Asia, bersama dengan karya seni klasik modern Indonesia lainya.

“Dengan adanya pameran, restorasi karya seni yang memerlukan biaya tidak sedikit akan menjadi optimum manfaatnya. Karena selain menjadi koleksi istana juga dapat dinikmati masyarakat luas,“ tukas Xaver.
(san)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Mereka Tahu Saya Tidak Bersalah
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved