Ditinggal pemilih, parpol Islam harus lepas sekat tradisional

Sabtu, 03 Agustus 2013 - 09:01 WIB
Ditinggal pemilih, parpol...
Ditinggal pemilih, parpol Islam harus lepas sekat tradisional
A A A
Sindonews.com - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan beberapa waktu terakhir ini, elektabilitas partai politik (Parpol) berbasis Islam tidak menunjukkan tren positif. Popularitas parpol Islam selalu berada di bawah parpol nasionalis.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Nico Harjanto mengatakan, parpol berbasis Islam akan lebih meningkat elektabilitasnya kalau bisa keluar dari sekat-sekat dukungan tradisionalnya. Namun, ia memandang hal itu akan sulit dilakukan.

"Itu susah karena partai-partai berbasis Islam adalah kelanjutan atau kepanjangan dari ormas-ormas Islam yang ada. Sebenarnya ada satu opsi yang bisa membuat terobosan untuk meningkatkan partai-partai berbasis Islam, dengan mencari tokoh alternatif dari eksternal," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (3/8/2013).

Analisis Kebijakan Publik Rajawali Foundation ini menuturkan, dahulu banyak pemilih Islam memilih berdasarkan petunjuk tokoh panutannya khususnya kiai. Namun, banyaknya tokoh agama yang terlibat dalam politik dan berperilaku menyimpang menyebabkan hilangnya simpati masyarakat.

"Dengan makin banyaknya kiai dan tokoh agama berpolitik, maka itu menyebabkan fragmentasi di bawah," tandasnya.

Sehingga, pada akhirnya pemilih memutuskan memilih tokoh yang berasal dari luar partai yang berbasis Islam. Akibat tokoh agama yang terjun ke dunia politik tak mampu menjaga kepercayaan pemilih.

"Banyak pemilih yang sungkan dengan pilihan-pilihan tokoh panutannya yang berbeda-berbeda. Daripada dianggap memihak salah satu, meraka malah memilih yang diluar pilihan tokoh-tokoh panutannya," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Jadi Caleg Butuh Uang...
Jadi Caleg Butuh Uang Banyak, Prabu Revolusi: Banyak Persepsi yang Salah soal Calon Legislatif
Aiman Witjaksono dan...
Aiman Witjaksono dan Prabu Revolusi Blak-Blakan soal Alasan Terjun ke Politik
Berita Terkini
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved