SBY berharap Ketua DPR & DPD jadi pasangan capres
Rabu, 24 Juli 2013 - 20:53 WIB
SBY berharap Ketua DPR & DPD jadi pasangan capres
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai Ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua DPD Irman Gusman bisa menjadi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) ideal untuk Pemilu 2014.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie dalam acara buka bersama di rumah dinas Ketua DPD Irman Gusman di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2013).
Perlu diketahui, Marzuki Alie dan Irman Gusman adalah dua tokoh yang akan mengikuti konvensi Partai Demokrat. "Pak SBY sendiri bilang waktu buka puasa di Istana, kalau di Amerika capres dari ketua kongres dan ketua senat, dan itu seperti Ketua DPD dan Ketua DPR," kata Marzuki.
Alasan SBY menilai, Ketua DPR dan DPD adalah capres serta cawapres ideal lantaran keduanya memiliki kedekatan dengan rakyat sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.
Kendati demikian, kata Marzuki, hal itu tidak akan menentukan apakah keduanya akan menang dalam konvensi partai berlambang bintang mercy itu.
"Itu tergantung siapa yang paling tinggi (suara di konvensi Demokrat)," pungkasnya.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie dalam acara buka bersama di rumah dinas Ketua DPD Irman Gusman di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2013).
Perlu diketahui, Marzuki Alie dan Irman Gusman adalah dua tokoh yang akan mengikuti konvensi Partai Demokrat. "Pak SBY sendiri bilang waktu buka puasa di Istana, kalau di Amerika capres dari ketua kongres dan ketua senat, dan itu seperti Ketua DPD dan Ketua DPR," kata Marzuki.
Alasan SBY menilai, Ketua DPR dan DPD adalah capres serta cawapres ideal lantaran keduanya memiliki kedekatan dengan rakyat sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.
Kendati demikian, kata Marzuki, hal itu tidak akan menentukan apakah keduanya akan menang dalam konvensi partai berlambang bintang mercy itu.
"Itu tergantung siapa yang paling tinggi (suara di konvensi Demokrat)," pungkasnya.
(kri)