M Nuh: Trisakti milik pemerintah

Jum'at, 12 Juli 2013 - 15:58 WIB
M Nuh: Trisakti milik...
M Nuh: Trisakti milik pemerintah
A A A
Sindonews.com – Perlu adanya campur tangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga lain, untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan yang melanda kampus Universitas Trisakti.

Malah, masalah yang kembali mengemuka ini harus secepatnya diselesaikan, jangan sampai berlarut-larut.

”Ada syarat yang harus dipenuhi sebuah perguruan tinggi swasta ketika berubah status menjadi negeri. Ya syaratnya pun terdiri dari syarat normatif maupun non normatif,” kata Anggota Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan, Jumat (12/7/2013).

Begitu pula dengan kasus sengketa yang melanda Universitas Trisakti. Ia menyarankan, apabila universitas tersebut hendak berubah status menjadi negeri, maka masalah-masalah yang mengganjal selama ini harus diselesaikan terlebih dahulu.

Ia menilai, untuk menyelesaikan masalah tersebut harus ada pula perhatian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan lembaga lainnya. Sebab, apabila tidak diseriusi akan berimbas pada telantarnya kegiatan pendidikan di kampus tersebut.

”Kasihan kan mahasiswa kalau sampai jadi korban. Mereka (Mahasiswa, Red) hanya akan menjadi korban dari kebijakan yayasan dan universitas yang tidak mau mengalah,” terangnya.

Terkait sengketa yang terjadi di Universitas Trisakti, M. Nuh menilai tidak perlu lagi dipersoalkan terkait statusnya. Sebab, Trisakti itu lembaga pendidikan milik pemerintah.

”Jadi kalau pemerintah ikut mengurusi masala Trisakti, itu bukan meminta agar kampus tersebut diserahkan, kan Trisakti itu sudah milik pemerintah,” katanya.

Kalau bicara soal untung rugi, kata diam jelas lebih untung ketika status tersebut berubah menjadi negeri. Biaya pendidikan jadi lebih murah, begitupula dengan para karyawannya yang pun berubah status menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Terlebih, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh pernah mengatakan, perguruan tinggi negeri (PTN) di sebua daerah memiliki itikad baik untuk melayani mahasiswa yang jumlahnya sangat banyak.

”Di sinilah, PTN akan menjadi mitra untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Makanya, jangan sampai ada pihak yang menilai kalau keberadaan PTN tersebut sebuah ancaman yang menakutkan,” tuturnya.
(lal)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved