Demokrat: Ada atau tidaknya PKS, enggak ngaruh!
Jum'at, 21 Juni 2013 - 16:04 WIB
Demokrat: Ada atau tidaknya PKS, enggak ngaruh!
A
A
A
Sindonews.com - Demokrat sepertinya sudah gerah dengan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selalu berseberangan di dalam koalisi. Kegerahan ini diungkap oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Nurhayati Ali Assegaf.
Nurhayati bertutur, meski sebagai partai koalisi, pihaknya tak pernah merasa PKS berada dalam koalisi pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sikap PKS yang selalu berseberangan dengan pemerintah membuat mereka tak merasakan adanya kerja sama dari partai pimpinan Anis Matta itu.
"Selama saya jabat ketua fraksi, saya memang tidak pernah merasakan koalisi PKS dengan Demokrat di DPR, setiap apapun (kebijakan) pemerintah dia (PKS) sering berseberangan," kata Nurhayati saat dihubungi, Jumat (21/6/2013).
Jika nanti PKS benar-benar dikeluarkan dari koalisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Nurhayati juga tak mempersoalkan hal tersebut. "Ada atau tidaknya PKS enggak ngaruh," cetusnya.
Nurhayati menegaskan, dirinya tidak pernah sejalan dengan partai berbasis Islam itu. "Saya tidak pernah merasa berkoalisi dengan PKS," tandasnya.
Sekadar informasi, PKS merupakan satu-satunya partai koalisi yang menolak kenaikan BBM bersubsidi. Ini bukan pertama kalinya PKS tak sejalan dengan pemerintah, mereka juga pernah melakukan penolakan yang sama pada akhir Maret 2011 hingga berujung pengurangan satu menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
Nurhayati bertutur, meski sebagai partai koalisi, pihaknya tak pernah merasa PKS berada dalam koalisi pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sikap PKS yang selalu berseberangan dengan pemerintah membuat mereka tak merasakan adanya kerja sama dari partai pimpinan Anis Matta itu.
"Selama saya jabat ketua fraksi, saya memang tidak pernah merasakan koalisi PKS dengan Demokrat di DPR, setiap apapun (kebijakan) pemerintah dia (PKS) sering berseberangan," kata Nurhayati saat dihubungi, Jumat (21/6/2013).
Jika nanti PKS benar-benar dikeluarkan dari koalisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Nurhayati juga tak mempersoalkan hal tersebut. "Ada atau tidaknya PKS enggak ngaruh," cetusnya.
Nurhayati menegaskan, dirinya tidak pernah sejalan dengan partai berbasis Islam itu. "Saya tidak pernah merasa berkoalisi dengan PKS," tandasnya.
Sekadar informasi, PKS merupakan satu-satunya partai koalisi yang menolak kenaikan BBM bersubsidi. Ini bukan pertama kalinya PKS tak sejalan dengan pemerintah, mereka juga pernah melakukan penolakan yang sama pada akhir Maret 2011 hingga berujung pengurangan satu menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
(mhd)