KPU dinilai tak serius umumkan DCS
Jum'at, 21 Juni 2013 - 15:29 WIB
KPU dinilai tak serius umumkan DCS
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai tidak serius dalam mengumumkan daftar calon sementara (DCS). Pasalnya, pengumuman DCS yang sebelumnya dilakukan KPU, tidak banyak masyarakat yang mengetahui hal itu.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Endang Rudatin dalam diskusi di kantor KPU, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).
"Dari 560 caleg (calon legislatif) kita harus membaca nama dan lain sebagainya. Hasilnya tulisannya terlalu kecil dan orang malas membacanya. Akibatnya sosialisasi KPU menjadi tidak maksimal," kata dia.
Maka itu, dia menilai, wajar jika masyarakat tidak memberi komentar kepada caleg dari 12 partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang telah diumumkan KPU. Hal itu disebabkan masyarakat enggan bersusah payah mencari tahu data diri para calon dari surat kabar.
"Kalau orang tidak berkepentingan tidak mungkin mau membaca. Mereka saja yang merasa peduli yang mau melihat itu," pungkasnya.
Selain itu, kata Endang, kekurangan KPU lainnya adalah ketika mereka dianggap tidak memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengumuman DCS. Sehingga, inilah yang menjadi penyebab lain minimnya masyarakatya publik untuk merespon.
"Masyarakat juga tidak semuanya tahu DCS perlu direspon. Kami pun tidak tahu jika DCS harus direspon. Mungkin itu berarti caleg kami tidak bermasalah," tukasnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Endang Rudatin dalam diskusi di kantor KPU, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).
"Dari 560 caleg (calon legislatif) kita harus membaca nama dan lain sebagainya. Hasilnya tulisannya terlalu kecil dan orang malas membacanya. Akibatnya sosialisasi KPU menjadi tidak maksimal," kata dia.
Maka itu, dia menilai, wajar jika masyarakat tidak memberi komentar kepada caleg dari 12 partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang telah diumumkan KPU. Hal itu disebabkan masyarakat enggan bersusah payah mencari tahu data diri para calon dari surat kabar.
"Kalau orang tidak berkepentingan tidak mungkin mau membaca. Mereka saja yang merasa peduli yang mau melihat itu," pungkasnya.
Selain itu, kata Endang, kekurangan KPU lainnya adalah ketika mereka dianggap tidak memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengumuman DCS. Sehingga, inilah yang menjadi penyebab lain minimnya masyarakatya publik untuk merespon.
"Masyarakat juga tidak semuanya tahu DCS perlu direspon. Kami pun tidak tahu jika DCS harus direspon. Mungkin itu berarti caleg kami tidak bermasalah," tukasnya.
(mhd)